Skip to main content

Men-cuap

Hola!
Ngomong-ngomong dari tanggal 7 kemaren sampai tanggal 26 hari ini, dan mungkin sampai 3 tahun ke depan, aku (sudah dan akan) bermukim di Bandung.
Mencuap sedikit gakpapa dong ya? Sekadar menyalurkan beberapa hal baru yang terjadi padaku selama berada di kota kembang ini.

Kalau dipikir-pikir, memasuki dunia kuliah, di tambah dengan lingkungan yang benar-benar baru, harus jauh dari mama dan keluarga di Makassar, itu rasanya lumayan berat, kan ya? Tapi kalau dijalanin, ternyata nggak begitu berat. Kadang iya sih, tiba-tiba sedih, nangis, pengen manja-manja deket mama, pengen jailin kakak dan bikin nangis Ammar-Mila. Tapi itu cuma beberapa menit aja. Bagian diriku yang lain akan berseru, "Cengeng ih! Ini kan maunya kamu, yang tegar dong! Ayo angkat kepala, face your fear!". Kadang juga ada awkward moment di mana jiwa ansosku kambuh dan aku sama sekali gak tertarik untuk ngajak kenalan orang-orang di sekitarku. Tapi katanya, di dunia perkuliahan ini, kita gak boleh malu. Waktunya menggali potensi dan memasok pertemanan seluas-luasnya. Suka gak suka, minat gak minat, aku harus menyapa mereka, mengajak mereka berkenalan. Sampai sekarang, kalau soal teman, ya sudah lumayan lah. Semoga bisa jadi orang ramah deh ya hihi :')

Oh iya. Sudah dua hari ini ada satu hal yang bener-bener bikin aku yakin bakal betah dan nyaman di sini. Ya tentu selain materi kuliah tentang informatika yang sudah lama aku impikan. Apakah gerangan? Apa lagi kalau bukan... perpustakaan! Hoho
Gila, perpusnya kece abiss. Dari buku buat kuliah, sampai NOVEL-NOVEL terkenal tuh ada di sana. Mungkin ini kamse to the pay banget ya, curhatin rasa kagum tentang perpus kampus, mungkin kampus-kampus lain juga punya kali perpus yang lengkap kayak gini. Tapi maklumlah, kan aku baruuu cuy. Dari zaman SD sampai SMA, yang namanya perpus tuh selalu berdebu, isinya gak update, gak ada buku fiksi (kalau adapun pasti yang ecek-ecek doang), pokoknya gak bikin betah nongkrong di sono. Tapi perpusnya Telkom asik bangeeet, nyaman bangeeet! Swasta dong ya, mahasiswanya pada nyumbangin buku-buku kece dong. HAHAHA
Waktu minjemnya juga lumayan lah. Semingguan gitu. Asik ya? *senyumlebarrr*

Gak boleh terlena loh, tin.

Iya, tahu. Misi utama adalah mendapat beasiswa full sampe aku lulus, tentu dengan IPK di atas 3.7
Beri jalan dan pinjemin kekuatan-Mu ya Allah :)

Satu lagi. Aku nemu lapak buku bekas di sini. Lumayan, majalah sama novelnya asik. Meskipun masih ga nemu Majalah Story sih :( tapi ada Animonstar, murah pulak :D
Kalau gramednya jauh, mesti 3 kali naik angkot. Aje gile -_-

By the way, ada orang yang ngeselin nih. Katanya temen, tapi gak kasih ucapan selamat jalan. Sebegitu sibuk ya kamu? Aish. Atau mungkin aku ga penting ya? Kalo kata temen yang dari Medan sih, "Apalah awak nih asep knalpot." .__.)/

Udahan deh cuapnya. Besok masuk jam setengah tujuh cuy. See you baibai~

Comments

Popular posts from this blog

arah rotasi patah hati

Photo by Frames For Your Heart on Unsplash semua bermula saat pelukan kak fa terasa begitu personal. padahal ini cuma salam perpisahan biasa; paling cuma salaman, cipika-cipiki, ucapan "fii amanillah", saling mendoakan keselamatan, udah. tapi semalem, emang beda. selain cipika-cipiki, kak fa peluk aku erat, elus-elus pundakku. hanya saja perhatianku sedang teralih membahas soal umur dengan ummu mary dan musf. habis itu aku ke mobil, kak fa bilang lagi, "fii amanillah, tini", kubalas, "iya kak". aku singgahlah beli gorengan karena udah keroncongan sejak habis salat isya tadi. setelah 3 gorengan kulahap, aku iseng buka hp. liat-liat story orang, rata-rata soal berita duka istri ustadz yang baru saja meninggal. trus tiba di statusnya kak fa. biasa lah, poster-poster kajian. dan di story terakhir, eh.. langsung nyess aku langsung lemess tiba-tiba kenyang. tiba-tiba gorengan dan sandwichku ga menarik lagi. tiba-tiba... kerongkonganku tercekat. si fulan akhirnya...

sebuah self reminder

Sepertinya, saya memang terlalu mudah menyesali sesuatu. Meski sudah berulang kali berusaha untuk berhenti mengatakan "seandainya ga milih ini..." atau "coba tadi nggak ikut, pasti bla bla bla..." dan semacamnya. Padahal, yang kayak gitu tuh bikin capek. Udah mah capek raga dari sononya, ditambah ngeluh dan nyesel kayak gitu jadi makin capek sampai ke batin. That's why, i'm writing this post to remind myself. Based on insight tadi malam, masyaAllah, aku mikir "kalau aku menghakimi keputusanku di masa lalu dengan menggunakan pengetahuan dan pengalamanku di masa sekarang, bukankah itu ga adil?" Karena aku yang sekarang sudah nambah pengetahuannya, sudah tahu akibatnya, sudah tahu lebih banyak daripada aku yang dulu, yang ngambil keputusan itu. Kalau waktu diputar dan aku kembali ke diriku yang dulu, dengan pengetahuan dan pengalaman yang sama, bukankah aku akan kembali mengambil keputusan yang sama? Jadi, ngapain nyesel? Bukankah aku sudah mengambil ...

oh newton, berjuta rasanya

my blog soul tiba-tiba nongol pas denger lagunya Kita Selamanya punya abang-abang Bondan & fade2Black. nih lagu liriknya asli keren bisa bikin gue ngayal, mata ini tiba-tiba basah hiks :") keinget sama Newton, Autis, dan segala macam hal tentang putih abu-abu gue :") ok… detak detik tirai mulai menutup panggung tanda skenario… eyo… baru harus diusung lembaran kertas barupun terbuka tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu masa jaya putih biru atau abu-abu (hey) memori crita cinta aku, dia dan kamu ya, perjalanan menuju hari UN memang jadi terasa seperti detak-detik yang selalu pengen gue slow-motion kan, biar gue bisa ngeliat semua tingkah dan ekspresi NEWTON secara detail, dan merekamnya dengan baik di memori ini. ada rasa bahagia karena langkah selanjutnya menuju universitas impian akan segera terwujud, tapi lebih banyak sedihnya karena harus berpisah dengan tawa me...