Skip to main content

So, he once told me this...

Ngobrol sama dia tuh selalu mengacak-acak hati deh. Setelah dia 'berkunjung', aku harus merapikan semua kekacauan dan kembali ke 'dunia nyata'ku.

Tapi tetep aja selalu keinget. Ga tau kenapa ya, selalu ada sesuatu di sekitarku yang bikin keinget (atau akunya aja yang gampang keinget ya? LOL)

So, he once told me this...

Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash (gambar hanya untuk mempermanis ya~)

Jadi dia habis ikutan kegiatan kantornya gitu kan, dan katanya rame banget.

he: iya momen buat banyakin kenalan, ya kalau teman ga tau dah asal kenal aja dulu. cocok masukin list
me: yaaa masukin list ***, list buat dikasih undangan kan nanti
he: sabar tin, aku cari orang yg bisa nemenin namaku dulu di undangan nanti
me: emang aku terkesan pengen diundang ya? aku kan pengennya... apa ya (ceritanya pengen ngode namanya gamau di list undangan tapi jadi pendamping HAHAHA)
he: kamu pengen jadi wedding organizernya?
me: wah perihhhh makasih udah kasih ide ***, kali aja aku emang bisa jadi wedding organizer kan siapa yang tau
he: aku ngga setega itu kok tin tapi kalau mau bikin usaha wedding organizer boleh aja

and guess what?! Sebulan berikutnya aku nemu drama baru di VIU, judulnya My Secret Hotel, dan tau nggak ceritanya gimana?

Jadi, dua tokoh utamanya ini pernah pacaran trus nikah, tapi ga sampai 3 bulan mereka putus/cerai (sampai sini aja kisahnya udah menarik memoriku ke masa SMA sama si dia--EHH maksudnya aku ga nikah pas SMA loh ya lol). Tujuh tahun kemudian, si cewek udah kerja di hotel sebagai manager divisi perencanaan pernikahan sedangkan si cowok jadi arsitek. Bisa tebak ga mereka ketemunya lagi gimana? YUP! Si cowok udah mau nikah dan calon istrinya itu memilih hotel tempat si cewek bekerja sebagai tempat pernikahannya. Otomatis si cewek ini yang jadi otak perencanaan pernikahannya. Duh nyess banget sumpahh HAHAHA sepanjang nonton ini aku pengen teriak rasanya, HEI I FEEL YOU EONNIE!
Tapi nggak feel-feel amat sih, kan obrolan aku sama dia itu ga beneran kejadian. Itu sebatas andai-andai kami saja. Aku cuma ngebayangin kalau beneran aku jadi wedding organizer, dan aku harus ngurusin pernikahan dia sama cewek lain, wahh bagaimana gerangan kabar hati ini? Akan seremuk apa kah? HAHA

Drama koreanya bagus, btw. Tiap episode bikin penasaran, apalagi episode-episode menjelang akhir (14 sampai 16) gemesnya tuh sampai pengen jambak rambut (and I really did it LOL) karena sampai pertengahan episode 16 tuh si ceweknya masih bingung mau balik lagi ke mantannya atau ke cowok yang baru. Aku kebawa emosi sih, soalnya ngeship si cewek sama mantannya aja, soalnya interaksi mereka gemesin, kocak, dan lebih punya 'jiwa' daripada sama si cowok baru agak awkward gitu, kurang cocoklah. Ya selain itu, si mantan emang lebih cakep sih, lebih tinggi juga, dan suaranyaaa hadeuhh kek pi hyung :"

Ini bukan review ya jadi gausah ada rekomendasi atau nggak, intinya drama ini mengaduk-aduk perasaan bangett, kayak chat dia yang bisa tiba-tiba datang dan pergi~

Comments

Popular posts from this blog

arah rotasi patah hati

Photo by Frames For Your Heart on Unsplash semua bermula saat pelukan kak fa terasa begitu personal. padahal ini cuma salam perpisahan biasa; paling cuma salaman, cipika-cipiki, ucapan "fii amanillah", saling mendoakan keselamatan, udah. tapi semalem, emang beda. selain cipika-cipiki, kak fa peluk aku erat, elus-elus pundakku. hanya saja perhatianku sedang teralih membahas soal umur dengan ummu mary dan musf. habis itu aku ke mobil, kak fa bilang lagi, "fii amanillah, tini", kubalas, "iya kak". aku singgahlah beli gorengan karena udah keroncongan sejak habis salat isya tadi. setelah 3 gorengan kulahap, aku iseng buka hp. liat-liat story orang, rata-rata soal berita duka istri ustadz yang baru saja meninggal. trus tiba di statusnya kak fa. biasa lah, poster-poster kajian. dan di story terakhir, eh.. langsung nyess aku langsung lemess tiba-tiba kenyang. tiba-tiba gorengan dan sandwichku ga menarik lagi. tiba-tiba... kerongkonganku tercekat. si fulan akhirnya...

sebuah self reminder

Sepertinya, saya memang terlalu mudah menyesali sesuatu. Meski sudah berulang kali berusaha untuk berhenti mengatakan "seandainya ga milih ini..." atau "coba tadi nggak ikut, pasti bla bla bla..." dan semacamnya. Padahal, yang kayak gitu tuh bikin capek. Udah mah capek raga dari sononya, ditambah ngeluh dan nyesel kayak gitu jadi makin capek sampai ke batin. That's why, i'm writing this post to remind myself. Based on insight tadi malam, masyaAllah, aku mikir "kalau aku menghakimi keputusanku di masa lalu dengan menggunakan pengetahuan dan pengalamanku di masa sekarang, bukankah itu ga adil?" Karena aku yang sekarang sudah nambah pengetahuannya, sudah tahu akibatnya, sudah tahu lebih banyak daripada aku yang dulu, yang ngambil keputusan itu. Kalau waktu diputar dan aku kembali ke diriku yang dulu, dengan pengetahuan dan pengalaman yang sama, bukankah aku akan kembali mengambil keputusan yang sama? Jadi, ngapain nyesel? Bukankah aku sudah mengambil ...

oh newton, berjuta rasanya

my blog soul tiba-tiba nongol pas denger lagunya Kita Selamanya punya abang-abang Bondan & fade2Black. nih lagu liriknya asli keren bisa bikin gue ngayal, mata ini tiba-tiba basah hiks :") keinget sama Newton, Autis, dan segala macam hal tentang putih abu-abu gue :") ok… detak detik tirai mulai menutup panggung tanda skenario… eyo… baru harus diusung lembaran kertas barupun terbuka tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu masa jaya putih biru atau abu-abu (hey) memori crita cinta aku, dia dan kamu ya, perjalanan menuju hari UN memang jadi terasa seperti detak-detik yang selalu pengen gue slow-motion kan, biar gue bisa ngeliat semua tingkah dan ekspresi NEWTON secara detail, dan merekamnya dengan baik di memori ini. ada rasa bahagia karena langkah selanjutnya menuju universitas impian akan segera terwujud, tapi lebih banyak sedihnya karena harus berpisah dengan tawa me...