urusan takdir semuanya sudah tertulis di Lauh Mahfuz bahkan puluhan ribu tahun (ada yang bilang 50.000 tahun) sebelum dunia diciptakan. makanya sekarang (sejak tahu fakta itu) kalau ngeluh ataupun ngotot, rasanya kok lucu aja ya. semacam meributkan sesuatu yang udah plek kudu kayak gitu. mau kita ngoceh 7 hari 7 malam juga ga bakal ada yang berubah kalau emang udah ketulis di Lauh Mahfuz tuh kayak gitu. yes, this is about him again. tapi bisa diterapkan ke hal lain juga, sih. kalau tentang dia, aku mulai menanamkan mindset baru dalam pikiranku; ketika aku dan dia dibuat saling menjauh, sementara kita berdua selalu berdo'a untuk didekatkan pada hal yang kita sukai dan Allah ridai dan terbaik untuk kita, berarti kita memang sesederhana nggak bisa jadi yang terbaik untuk satu sama lain aja. kalau dalam pikiranku selama ini "he's the only one, the one who treat me well, understand me well, knows me well, support me dan selalu paling nyaman kalau udah ngobrol sama dia bisa ceri...
doa yang kencang tapi lirih. lirih, tapi riuh di langit.