Skip to main content

Posts

Showing posts from 2019

So, he once told me this...

Ngobrol sama dia tuh selalu mengacak-acak hati deh. Setelah dia 'berkunjung', aku harus merapikan semua kekacauan dan kembali ke 'dunia nyata'ku. Tapi tetep aja selalu keinget. Ga tau kenapa ya, selalu ada sesuatu di sekitarku yang bikin keinget (atau akunya aja yang gampang keinget ya? LOL) So, he once told me this... Photo by  Priscilla Du Preez  on  Unsplash  (gambar hanya untuk mempermanis ya~) Jadi dia habis ikutan kegiatan kantornya gitu kan, dan katanya rame banget. he: iya momen buat banyakin kenalan, ya kalau teman ga tau dah asal kenal aja dulu. cocok masukin list me: yaaa masukin list ***, list buat dikasih undangan kan nanti he: sabar tin, aku cari orang yg bisa nemenin namaku dulu di undangan nanti me: emang aku terkesan pengen diundang ya? aku kan pengennya... apa ya (ceritanya pengen ngode namanya gamau di list undangan tapi jadi pendamping HAHAHA) he: kamu pengen jadi wedding organizernya? me: wah perihhhh makasih udah kasih ide ***, ...

Mereka semua berakhir di draft...

Aku kenal seseorang yang cukup aneh. Dia berubah entah sejak kapan, tapi aku ingat dulu dia tidak seperti sekarang. Makin ke sini, dia makin menutup dirinya dari orang lain. Dia risih ketika ada yang memperhatikannya. Dia ingin orang-orang menganggapnya tidak ada. Belakangan ini, dia disibukkan oleh rutinitas ala pekerja kantoran. Pergi pagi pulang malam, sampai rumah main bentar dengan keponakannya--sekadar berusaha menjadi diri sendiri setelah seharian menjadi orang lain. Setelah itu dia akan tertidur pulas dan bangun lagi besok subuh. Kabar baiknya, tidurnya jadi nyenyak--kecuali kalau maagnya kambuh, dia bisa nangis terus semaleman. Tapi kabar buruknya, dia pelan-pelan jenuh dengan semua itu. "Mungkin ini hanya perasaan sementara, rasa bosan memang bisa datang kapan saja, nanti juga bakal semangat lagi," begitu cara dia menenangkan diri sendiri. Di tengah kesibukan nya itu, dia seringkali ingin meluangkan waktu untuk menulis. Dia rindu pada aksara, ingin menuliskan ...

[Review Novel] Walking After You - Windry Ramadhina

Judul: Walking After You Sub Judul: Kau tak perlu melupakan masa lalu. Kau hanya perlu menerimanya. Penulis: Windry Ramadhina Penerbit: Gagasmedia Tahun Terbit: 2014 Tebal halaman: viii + 320 hlm; 13 x 19 cm ISBN: 979-780-772-X Genre: Romance, Family, Cooking Format: Paperbook Selesai baca: Januari 2015 Blurb: Masa lalu akan tetap ada. Kau tak perlu terlalu lama terjebak di dalamnya. Pada kisah ini, kau akan bertemu An. Perempuan dengan tawa renyah itu sudah lama tak bisa keluar dari masa lalu. Ia menyimpan rindu, yang membuatnya semakin kehilangan tawa setiap waktu. Membuatnya menyalahkan doa-doa yang terbang ke langit. Doa-doa yang lupa kembali padanya. An tahu, seharusnya ia tinggalkan kisah sedih itu sejak berhari-hari lalu. Namun, ia masih saja di tempat yang sama. Bersama impian yang ternyata tak mampu ia jalani sendiri, tetapi tak bisa pula ia lepaskan.  Pernahkah kau merasa seperti itu? Tak bisa menyalahkan siapa-siapa, kecuali ...