Skip to main content

Posts

Showing posts with the label note to myself

sela-sela tanya dan gerak-gerik khayal

dia bisa kok serius, kalau soal kerjaan. dia bisa kok teliti, bisa ga typo, bisa komitmen. tapi nggak, kalau sama saya. ya udah, simple. itu artinya, dia memang nggak serius sama saya. nggak nganggep prioritas. nggak nganggep itu urgent dan important. kalau di eisenhower matriks mungkin masuk kategori "plan" but without any intention to give a due date or take any action. plan, tapi gatau kapan. ya bukan plan dong ya wkwk gausah denial emang masuk kategori "delete" aja udeh 😏 karena kan emang dilupain. okelah dia sibuk, ada pelatihan sana-sini, kerjaan juga ga habis-habis, tapi kan di atas semua itu, kalau emang niat, pasti ada aja caranya. ada aja jalan yang bisa ditempuh. slow but sure is still okay. tapi ini, kayaknya emang nggak seniat itu. dikasih syarat dikit, mundur, udah. yang aku nggak habis pikir, dia tuh menggebu-gebu kalau ngomong. mantep. seolah yakin. tapi apa? janji ngasih kabar seminggu, eh taunya sampai sekarang--udah sebulan kayaknya deh, tetep ng...

rekonsiliasi dengan diri sendiri

rasa sesal itu ternyata mengendap. ketika akhirnya aku dihadapkan pada permasalahan jodoh ini lagi, ada riak dikit aja, endapan yang halus itu balik lagi ke atas. kenangan menarikku ke sana. ke titik di mana aku merasa, "duh harusnya perjuangin dia, tin!". kebayang gimana sedihnya, gimana aku nangis sendirian, menyesal sejadi-jadinya. menghakimi diriku sendiri, mengapa aku begitu bodoh menyia-nyiakan orang sebaik dan sedewasa dia. ternyata aku masih nyalahin diri sendiri. jadilah aku brainstorming sama meta ai. dan hasilnya lumayan. intinya, kasih batasan. ada hal yang emang bisa aku kontrol, ada yang nggak. yang aku lakukan saat itu: istikharah, nggak ada bohong, nggak ada ngegantung dia. dan diriku yang dulu, bukan aku yang sekarang. dulu, aku belum punya ilmu tentang "apa sebenarnya yang aku cari di pernikahan". ya sekarang pun belum jelas, tapi aku jadi sadar, bahwa mencari tau tentang itu tuh penting. yang nggak bisa aku kontrol: keputusan dia untuk mundur, kek...

doesn't fit me but maybe she does

urusan takdir semuanya sudah tertulis di Lauh Mahfuz bahkan puluhan ribu tahun (ada yang bilang 50.000 tahun) sebelum dunia diciptakan. makanya sekarang (sejak tahu fakta itu) kalau ngeluh ataupun ngotot, rasanya kok lucu aja ya. semacam meributkan sesuatu yang udah plek kudu kayak gitu. mau kita ngoceh 7 hari 7 malam juga ga bakal ada yang berubah kalau emang udah ketulis di Lauh Mahfuz tuh kayak gitu. yes, this is about him again. tapi bisa diterapkan ke hal lain juga, sih. kalau tentang dia, aku mulai menanamkan mindset baru dalam pikiranku; ketika aku dan dia dibuat saling menjauh, sementara kita berdua selalu berdo'a untuk didekatkan pada hal yang kita sukai dan Allah ridai dan terbaik untuk kita, berarti kita memang sesederhana nggak bisa jadi yang terbaik untuk satu sama lain aja. kalau dalam pikiranku selama ini "he's the only one, the one who treat me well, understand me well, knows me well, support me dan selalu paling nyaman kalau udah ngobrol sama dia bisa ceri...

what i've been this far

kalau dihitung sejak akhir juli, berarti baru 3 bulan lebih aku pelan-pelan mulai melangkah ke arah yang kuyakini lebih baik dan benar. sejauh ini, jujur, aku memang merasa lebih tenang sih. jadi lebih banyak buku tentang islam yang kubaca, which is semuanya non fiksi. bahkan, saat ini aku mulai merasa kurang suka dengan cerita-cerita fiksi. bisa gitu ya, tin :D hal-hal yang kadang aku renungkan adalah, salah satunya, tentang pakaian. aku menutup aurat sih, tapi belum tergugah/berani untuk mengubah style berbusanaku. rasanya, mengubah diri dari dalam (mindset, kata hati) itu masih lebih mudah untuk mulai aku lakukan daripada memulainya dari menggunakan jilbab besar atau bahkan sampai bercadar. aku merasa, lebih baik aku benahi dulu bagian dalam diriku, keyakinanku, kebiasaanku, baru pelan-pelan fashionku mungkin akan mengikuti. aku akan lebih merasa pantas untuk menggunakan jilbab besar. sebab, tanggung jawabnya menurutku lebih besar dan tantangannya tentu juga lebih besar. liat nanti ...

jika maut menjemput, apa kau sudah siap?

satu lagi teman baik yang udah dipanggil duluan. tiap dapat kabar duka begini, aku teringat lagi, sejatinya, kita nih di dunia benar-benar cuma nunggu giliran dipanggil oleh-Nya ya. kira-kira kapan giliranku?  orang baik katanya selalu dipanggil duluan. sebab Allah sudah rindu padanya. sebab, Allah ingin melindunginya dari kengerian hari kiamat.  untuk itu, aku selalu "iri" pada mereka. teman-teman yang sudah dipanggil duluan, yang kini tugasnya di dunia sudah selesai. kesempatan untuk beramal (juga berbuat dosa) telah dihentikan. mereka benar telah pergi untuk selama-lamanya bersama bekal yang selama ini telah mereka tanam di dunia.  hal itu membuatku kembali bercermin, begitu banyak keresahan dunia yang menjadikan hati dan pikiranku memburuk. padahal ada yang lebih hakiki, lebih urgent untuk diberi perhatian dan diperbaiki. kesiapan untuk menghadapi kematian. sudah cukupkah amalanku selama ini? sudah siapkah aku kalau maut menjemput? begitu banyak dosa sampai aku merasa...

random thought - ingin beranjak

View this post on Instagram A post shared by f.a fa 👋 (@fahasread) membaca postingan itu seketika membuatku tertohok. terhempas cukup jauh sampai rasanya butuh waktu bagiku untuk menyadari kalau aku benar-benar tersentil. padahal, awalnya kukira hari ini akan biasa saja. kerjaanku tidak banyak, hanya finishing beberapa dokumen yang cukup kukerjakan sedikit-sedikit. aku juga sempat membaca buku sebentar. bahkan sempat ngescroll instagram--yang akhirnya mempertemukanku dengan salah satu postingan mba @fahasread itu. mba fa ngereviu buku yang sepertinya butuh untuk kubaca.  as you know, belakangan ini--ya udah lama juga sih ya--aku ngerasa hilang arah banget. passionku untuk hidup timbul tenggelam. sampai saat ini, rasanya aku banyakan nda minatnya deh buat hidup daripada bersemangatnya. padahal makin banyak akses untuk hiburan. and i do let myself to get the entertainment as much as i want. tapi kenapa rasanya tetap hampa? hiburan yang kudapatkan sangat segmente...

mungkin aku tahu yang kamu rasakan

bukan karena efek nonton drama korea LINK ya ini hihi aku cuma ngerasa aja, belakangan ini, kayaknya aku paham deh apa yang kamu rasakan. kayaknya aku sekarang ditempatkan di posisi yang sama, biar tahu, gini loh rasanya jadi kamu. HAHA kayak keganggu, tapi gaenak bilangnya. meski aku super bodo amat lebih sering ngomong langsung kalau ada yang mengganjal, tapi aku tetep ngerasa harus jaga kesopanan dan perasaan dia. gimana pun, dia juga berharga dan aku ga boleh merusak rasa percaya dirinya itu. lagipula yang aku rasakan nggak ada hubungannya sama seberapa berharga dia. aku cuma ngerasa nggak cocok aja. udah.  the other reasons are, pertama, dia nggak salah apa-apa. aku sendiri yang waktu itu bilang aku tidak sedang menutup diri--in fact, aku masih proses self healing dan aku kira dengan adanya dia bisa ngebantu. tapi seiring berjalannya waktu, aku malah makin terperosok pada perasaan negatif. dan yang kutemukan malah kesadaran akan perasaanku ini. kedua, dia rekan kerja yang masi...

SummaryTin - Meet The Best Part of You with LΛƬIFΛPEDIΛ

tanggal 21 Mei 2021 kemarin, aku ikut acara yang diadain sama latifapedia_telu . harusnya acaranya buat anak tel-u doang sih, tapi karena adminnya baik hati jadinya mau berbagi link zoomnya juga. ya berbagi kebaikan emang nggak seharusnya dibatasi kan? :) saat itu, aku emang lagi butuh banget bahan buat encourage diri aku sendiri. setelah lebaran, rasanya aku tertampar oleh kenyataan berkali-kali. setelah itu akhirnya aku bangun dan mendapati diriku yang tampak begitu mengenaskan. aku telah melakukan banyak hal jahat ke diriku dan juga ke orang-orang di sekitarku. ledakan emosi yang sesaat itu, efeknya ternyata terasa jauh lebih lama. aku jadi merasa harus segera membenahi diriku kalau tidak ingin menyesal nantinya. dan, pertolongan Allah datang bertubi-tubi. banyak kegiatan yang Ia izinkan aku untuk menemukannya dan kemudian bisa membuka mataku lebih lebar; aku punya banyak teman, punya banyak mimpi untuk diraih, punya banyak hal yang harus diperbaiki. kesibukan yang bermanfaat jadi k...

SummaryTin - Kelas Istimewa "Using Psychology To Craft Realistic Character" with Fakhrisina Amalia

Photo by Anima Visual on Unsplash ❤ lewat karya fiksi pembaca jadi paham tentang kehidupan yang tidak pernah ia jalani ❤ penulis nggak mesti belajar psikologi dengan mendalam, cukup punya rasa ingin tahu aja. karena dari rasa ingin tahu itu, penulis bisa paham sama keadaan sekitar dan jadi punya sudut pandang dari berbagai sisi ❤ motivasi tokoh: tunjukkan reasons why; dibalik tiap tingkah dan keputusan yang dibuat tokoh itu ada penyebabnya ❤ karena sulit stay di pola pikir si tokoh, efeknya jadi nggak objektif. ❤ tokoh yang manusiawi; misal keluarganya harmonis dan supprotif tapi ternyata dia kesulitan beradaptasi dengan lingkungannya. untuk menjadi manusiawi, tokoh harus punya kelemahan . ❤ masalah personal; ada banyak kok masalah yang natural; nggak bisa ketemu orang banyak, susah ngobrol sama orang baru; itu semua natural. jadi nggak usah maksain tokoh buat punya mental illness yang valid/kronis dari diagnosis psikolog/psikiater kalau emang nggak terlalu dibutuhin dan nggak mendukun...

Jadi Amoeba

Aku berencana membagi-bagi diriku menjadi beberapa bagian. Aku sadar, butuh banyak kepribadian eh maksudku 'tim' untuk bisa menyelesaikan target yang ingin kucapai. Aku tidak bisa hanya menjadi Tini Si Mageran. Maka ayo, keluarlah kepribadian-kepribadian yang selama ini bersemayam dalam diriku! Tunjukkan batang hidung kalian! although physically aku minim idung -_- Jadi, kondisi awalnya gini. Aku udah ada ide, udah punya cerita dan gambaran besar tentang apa yang mau aku ceritain. Jadi sekarang tinggal actionnya. Saat inilah aku butuh tim untuk mengeksekusi. Jadi, aku butuh... Photo by Danielle MacInnes on Unsplash Oh ya, butuh minum and BEGIN! *ala-ala dumbledore Tim Penulis Buruk Tapi Cepat Tim ini bertanggung jawab untuk menuliskan semua ide, semua-muanya, penting ga penting, logis ga logis, mereka harus menuliskan semuanya. Mereka tidak peduli apakah ada typo, apakah tanda bacanya sesuai, apakah huruf kapitalnya sesuai, apakah ejaannya benar, apakah alurnya sin...

Prahara Mr. M

Masalah, selalu punya bayangan yang lebih besar daripada aslinya. Masalah adalah tanda penghormatan dari Tuhan. Seandainya kita tidak mampu memikulnya, Tuhan tidak mungkin menimpakan masalah itu di pundak kita. Masalah adalah perintah untuk memperbaiki dan menguatkan diri. Datangnya masalah, sebagai pertanda bahwa ada sesuatu yang salah, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Masalah pun membuat kita semakin kuat. Kapan lagi kita bisa mengetes kekuatan mental kita, kalau bukan saat dilanda masalah? Masalah, atau berbagai kesulitan yang kita temui adalah cobaan yang belum diketahui kebaikannya. Akan selalu ada hikmah yang baik. Penyebab dari datangnya masalah adalah DOA. Kalau kita berdoa untuk dikayakan, maka Tuhan akan menguji kita dengan berbagai masalah tentang uang. Kalau kita berdoa untuk dijadikan pribadi yang berpengaruh bagi kebaikan sesama, maka Tuhan akan menguji kita dengan pengabaian dan tidak hormatnya orang-orang terhadap kita. Sehingga dari sana, kita akan belajar un...

Pertanyaan-pertanyaan yang Menyeletuk di Tengah Kedepresian

apa maksud dari rentetan kegagalan ini? semakin dekatkah aku dengan kesuksesan? tapi kenapa rasanya tidak demikian? aku malah menjadi beban pikiran banyak orang, terutama ibu. beberapa hari terakhir ini, di setiap malam, sekitar pukul 3 atau 4 menjelang subuh, ibu akan mengetuk pintu kamarku. mengajakku berbincang-bincang tentang masa depanku. menanyakan apa rencanaku hari ini agar bisa berkuliah tahun ini. jika melihat tampangku yang kusut, ibu akan menyuruhku wudhu dan sholat. setelah itu ibu akan menemaniku tidur di kamar sampai subuh. aku semakin tidak mengerti. aku memohon kepada Tuhan agar disukseskan semuda mungkin, agar aku bisa menjadi pembahagia orangtuaku di masa tua mereka. tapi apa? aku malah menyusahkan mereka, bahkan menyusahkan teman-teman ibu. bukankah Tuhan selalu mengabulkan permintaan kita? apa aku kurang berusaha? menurutku, aku sudah berusaha menjadi lebih baik, mencoba menjadi anak yang patuh, rajin, mencoba bersahabat dengan saudaraku, mencoba menjalin hubungan...

dari alam, aku belajar

aha! UN udah selesai, saatnya nonton film dan baca buku yang banyak-banyak-banyak sampe teler! hihi agak berlebihan ya? biarin :p selama UN, gue udah berusaha nahan napsu biar gak nonton film dulu, biar fokus sama UN dulu. meskipun pas hari minggunya (sebelum UN bahasa indonesia) gue sempet nonton Harry sih, hehe tapi alhamdulillah gue bisa kerjain soal bahasa indonesia dengan makmur, aman, sentosa :) UN tahun ini emang asli ngeselin. udah ditunda berhari-hari, pas hari H nya, soalnya malah nggak karuan, berbagai masalah menghadang, jreng jreng jreng secara bergantian. ampun deh, proyek sebesar ini kok bisa ancur kayak gini ya? ada yang bilang karena ada penyeludupan soal lah, ada juga yang bilang karena ada yang korupsi dananya. wallahu a'lam. nanti di akhirat kita sama-sama liat kebenarannya *mendadak seremm* oke kita jangan ngomongin UN lagi deh, gue bawaannya capek mulu nih -___- *klik* (ganti topik) kemarin, pas selesai ujian, temen-temen sekelas diajak buat maka...

dag dig dug ala UN

gini deh bawaannya kalau habis nonton siraman rohani (read: mario teguh). rasanya kepengen jadi orang beneeeer gitu. begitu banyak nasihat baik yang di sampaikan pak mario, dan semua tergantung pada hati ini, mau menerima dan melaksanakannya atau tidak. baru saja kemarin, kepala gue serasa mau pecah gara-gara ada kabar "Jadwal UN diundur". iya, kepala gue rasanya mau pecah. mungkin karena selama ini, di dalam pikiran gue tuh : seninnya bahasa indonesia, nggak bakal nguras otak banget lah, nanti hari kedua baru mulai muntahin rumus-rumus fisikanya. nahh pas tau kalau ada perubahan jadwal itu, rasanya kepala gue terputar, putar, dan gue jadi pusing. semacam ledakan jiwa gitu.. gue takut, gelisah bukan main, buntutnya nggak bisa tidur deh. tapi pada akhirnya gue ketiduran juga sih, mungkin karena terlalu capek, pikiran gue penuh banget. mungkin ini bukan waktu yang tepat ya, buat ngeblog. tapi.. seperti yang gue bilang tadi, ada sesuatu dikepala gue yang kudu harus g...