Keresahan selalu menjadi hal yang memicuku untuk menulis. Aku ingin bercerita, namun bukan dengan lisan, melainkan tulisan. Libur panjang--super duper panjang karena sampai tiga bulan--sudah hampir berakhir. Bahkan tinggal menghitung jam. Sebab besok sejatinya perkuliahan di kampusku akan dimulai. Tapi aku masih di Makassar. Aku masih mendekam di depan laptopku. Sampai hari Jumat kemarin, aku masih berharap mama akan mengizinkanku untuk lebaran Idul Adha di Bandung saja, sembari berkuliah. Tapi setelah ngomong baik-baik dan mama tetap pada keputusannya, maka aku tidak punya pilihan selain mengikutinya. Aku 'terpaksa' harus meninggalkan kuliahku sampai Idul Adha selesai. Ngomong-ngomong, sejak aku mengikhlaskan egoku untuk mengalah pada keputusan mama, aku mulai merencanakan scheduleku selama kurang dari 2 minggu kedepannya. FYI, ini semua gara-gara aku mendaftar loker di Pos Indonesia dan Qadarullah, aku lulus sampai harus mengikuti psikotest dan wawancara di Makassar. Jadi...
doa yang kencang tapi lirih. lirih, tapi riuh di langit.