dia lelah. aku bisa melihat beban yang dia bawa di pundaknya setiap hari. memang tidak mudah menjalani kehidupan yang tidak sesuai rencanamu. dia pun demikian. semenjak masuk kuliah lagi--ngomong-ngomong baru tiga hari dia kuliah--dia selalu ingin melarikan diri dari apapun yang terkait dengan perkuliahannya. dia ingat ada banyak tugas yang menantinya. dia tahu dia tidak bisa mengandalkan waktu weekend untuk mengerjakan semua tugas itu karena dia sudah berjanji akan ikut makrab kelasnya weekend ini. dia tahu dia harus mengerjakan semua tugas itu hari ini atau besok. apalagi temannya yang super rajin sudah mulai menerornya, ingin menyocokkan jawaban. apa yang mau dicocokkan? dia saja belum menyentuk bindernya sedetikpun. sejak pulang kuliah hingga sekarang, dia hanya sibuk bolak-balik blog dan folder tulisannya, sibuk mengagumi dan merindukan dirinya yang dulu. aku tahu dia bergumul lagi dengan perasaannya itu. dia mengaku suka aksara, dia mengamini bakatnya di bidang sastra. tap...
doa yang kencang tapi lirih. lirih, tapi riuh di langit.