Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2013

Prahara Mr. M

Masalah, selalu punya bayangan yang lebih besar daripada aslinya. Masalah adalah tanda penghormatan dari Tuhan. Seandainya kita tidak mampu memikulnya, Tuhan tidak mungkin menimpakan masalah itu di pundak kita. Masalah adalah perintah untuk memperbaiki dan menguatkan diri. Datangnya masalah, sebagai pertanda bahwa ada sesuatu yang salah, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Masalah pun membuat kita semakin kuat. Kapan lagi kita bisa mengetes kekuatan mental kita, kalau bukan saat dilanda masalah? Masalah, atau berbagai kesulitan yang kita temui adalah cobaan yang belum diketahui kebaikannya. Akan selalu ada hikmah yang baik. Penyebab dari datangnya masalah adalah DOA. Kalau kita berdoa untuk dikayakan, maka Tuhan akan menguji kita dengan berbagai masalah tentang uang. Kalau kita berdoa untuk dijadikan pribadi yang berpengaruh bagi kebaikan sesama, maka Tuhan akan menguji kita dengan pengabaian dan tidak hormatnya orang-orang terhadap kita. Sehingga dari sana, kita akan belajar un...

Pertanyaan-pertanyaan yang Menyeletuk di Tengah Kedepresian

apa maksud dari rentetan kegagalan ini? semakin dekatkah aku dengan kesuksesan? tapi kenapa rasanya tidak demikian? aku malah menjadi beban pikiran banyak orang, terutama ibu. beberapa hari terakhir ini, di setiap malam, sekitar pukul 3 atau 4 menjelang subuh, ibu akan mengetuk pintu kamarku. mengajakku berbincang-bincang tentang masa depanku. menanyakan apa rencanaku hari ini agar bisa berkuliah tahun ini. jika melihat tampangku yang kusut, ibu akan menyuruhku wudhu dan sholat. setelah itu ibu akan menemaniku tidur di kamar sampai subuh. aku semakin tidak mengerti. aku memohon kepada Tuhan agar disukseskan semuda mungkin, agar aku bisa menjadi pembahagia orangtuaku di masa tua mereka. tapi apa? aku malah menyusahkan mereka, bahkan menyusahkan teman-teman ibu. bukankah Tuhan selalu mengabulkan permintaan kita? apa aku kurang berusaha? menurutku, aku sudah berusaha menjadi lebih baik, mencoba menjadi anak yang patuh, rajin, mencoba bersahabat dengan saudaraku, mencoba menjalin hubungan...

Postingan Edisi Curhat

sejujurnya, saya masih terpuruk dan sakit hati karena ketidaklulusan saya ini. meskipun hati saya sudah mendongengkan sejuta nasihat bijak, yang meyakinkan saya bahwa memang inilah yang terbaik dari-Nya, tapi toh tetap saja hati ini pilu, badan pun terasa lemes dan rasanya mau lenyap saja dari muka bumi ini. setiap saya merem, yang terbayang adalah momen-momen pas antri untuk tes kesehatan, pas ketawa-ketawa di ruang periksa kesehatan karena dokternya pada ngelawak, pas dibagiin baju buat lari, pas baris rapi buat siap-siap lari, pas lari sampai seluruh tenaga saya kerahkan, juga pas saya masuk ruang wawancara, ahhh pokoknya terlalu banyak yang terbayangnya pas saya nyoba untuk merem. makanya sejak dini hari tadi, setelah tahu kalau saya nggak lulus, saya jadi susah tidur. memejamkan mata jadi begitu mengerikan rasanya. lulus di tahap pertama, dan gagal di tahap kedua. itu rasanya kayak php banget tau gak? haha.. agak lebay memang. tapi saya cuma..em..apa ya? kecewa? entahlah.. jadi...