Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2022

jika maut menjemput, apa kau sudah siap?

satu lagi teman baik yang udah dipanggil duluan. tiap dapat kabar duka begini, aku teringat lagi, sejatinya, kita nih di dunia benar-benar cuma nunggu giliran dipanggil oleh-Nya ya. kira-kira kapan giliranku?  orang baik katanya selalu dipanggil duluan. sebab Allah sudah rindu padanya. sebab, Allah ingin melindunginya dari kengerian hari kiamat.  untuk itu, aku selalu "iri" pada mereka. teman-teman yang sudah dipanggil duluan, yang kini tugasnya di dunia sudah selesai. kesempatan untuk beramal (juga berbuat dosa) telah dihentikan. mereka benar telah pergi untuk selama-lamanya bersama bekal yang selama ini telah mereka tanam di dunia.  hal itu membuatku kembali bercermin, begitu banyak keresahan dunia yang menjadikan hati dan pikiranku memburuk. padahal ada yang lebih hakiki, lebih urgent untuk diberi perhatian dan diperbaiki. kesiapan untuk menghadapi kematian. sudah cukupkah amalanku selama ini? sudah siapkah aku kalau maut menjemput? begitu banyak dosa sampai aku merasa...

random thought - ingin beranjak

View this post on Instagram A post shared by f.a fa 👋 (@fahasread) membaca postingan itu seketika membuatku tertohok. terhempas cukup jauh sampai rasanya butuh waktu bagiku untuk menyadari kalau aku benar-benar tersentil. padahal, awalnya kukira hari ini akan biasa saja. kerjaanku tidak banyak, hanya finishing beberapa dokumen yang cukup kukerjakan sedikit-sedikit. aku juga sempat membaca buku sebentar. bahkan sempat ngescroll instagram--yang akhirnya mempertemukanku dengan salah satu postingan mba @fahasread itu. mba fa ngereviu buku yang sepertinya butuh untuk kubaca.  as you know, belakangan ini--ya udah lama juga sih ya--aku ngerasa hilang arah banget. passionku untuk hidup timbul tenggelam. sampai saat ini, rasanya aku banyakan nda minatnya deh buat hidup daripada bersemangatnya. padahal makin banyak akses untuk hiburan. and i do let myself to get the entertainment as much as i want. tapi kenapa rasanya tetap hampa? hiburan yang kudapatkan sangat segmente...

fokus ke yang lain aja

belakangan ini aku sering kepikiran soal lanjut studi yang tak kunjung menemukan titik terangnya. rasa kesal bercampur marah (eh itu sama aja ya wkwk) menggerogotiku. rasanya nggak enak. ya wajar sih, soalnya emang di sini nih yang nyebelin. di tempat lain oke-oke aja lanjut studi mah. ah, stop. aku nggak mau bahas itu. bikin makin kesel aja.  jadi aku memutuskan untuk memikirkan hal lain saja. masalah lanjut studi ini tidak bisa menemukan titik terang selama pimpinannya masih mereka. di jalan pulang kemarin, aku juga mikir. seberapapun kesal dan marahnya aku, tetap nggak bisa apa-apa. aku terdesak karena merasa umur sudah segini dan belum S1 juga. lagi-lagi aku kesal pada diri sendiri karena mempermasalahkan soal umur lagi. padahal aku yang ingin bebas dan benci dikekang, tapi nyatanya aku yang mengekang diriku sendiri dan membuatnya terpuruk dengan memberikan target dan batasan ini-itu soal umur. lalu kenapa aku harus repot-repot sampai mengganggu hari-hariku karena sesuatu yang ...