Skip to main content

Posts

Showing posts from 2020

Day #11: my siblings

aku punya dua kakak perempuan. dulu, saat usiaku belasan, aku paling dekat dengan kakakku yang kedua. mungkin karena selisih usia kami yang hanya terpaut 4 tahun, sedangkan dengan kakak pertama kami beda 7 tahun. banyak hobi, kebiasaan, dan hal-hal yang kusukai dan tidak kusukai bersumber dari kakak-kakakku. hobi baca komik dan novel karena kakak pertamaku sering pinjem dari temen dan diam-diam membacanya di kamar, aku pun ikutan. kesukaan nonton anime karena sejak kecil aku sering nonton bertiga di depan TV dengan kedua kakakku. kami nonton inuyasha, detektif conan, cardcaptor sakura, sailormoon, ninja hattori, digimon, pokemon, chibi marukochan sampai yang umum banget; doraemon dan crayon shinchan. suka drama korea aja karena ikutan nonton full house sama kakak pertamaku lmao sekarang kedua kakakku sudah berhenti baca novel dan komik. bahkan novel saku sherlock yang kakakku pinjam pun nggak pernah bisa dia tuntaskan. kalau nonton drakor, kakak pertamaku masih sering. tapi kakak kedua...

Day #10: my best friend

don't have any. or all i have are best friends. coz i don't make friends if they are not that best for me. meski kata temen-temen aku orangnya membaur banget, bisa masuk grup mana aja, dan selalu terlihat enjoy, kayak nggak ada masalah sama orang lain. tapi sebenarnya aku berteman dengan seseorang harus karena suatu alasan. aku bukan orang yang bisa asal basa-basi sana-sini dan kemudian jadi nyambung lalu tukeran nomer dan setelahnya jadi janjain ketemu di mana, gitu. bukan. aku baru bisa ngajak ngobrol orang kalau emang apa yang kukerjakan harus bersinggungan dengan orang itu. hal itu berlaku untuk orang baru. kalau sudah pernah interaksi sekali, aku kadang jadi bisa menyapa dia kalau ketemu di jalan, atau ngajak ngobrol duluan kalau lagi duduk bareng. kecuali kalau saat first impression aku udah ngerasa nggak nyambung, ya berarti game over. ngobrolnya kalau emang penting banget aja. aku tidak punya satu sahabat tetap(?) yang tau semua hal tentangku dan aku juga tau semua hal ...

Day #5: parents

 mereka bercerai. Photo by Ardalan Hamedani on Unsplash dan mama membenci ayah.

Day #3: a memory

aku memilih ingatan yang paling samar. Photo by Arleen wiese on Unsplash saat itu aku memasuki ruang kerja ayah dengan membawa segelas susu vanilla di tanganku. mataku terpaku pada gelas, takut tumpah. kudengar ayah sedang mengetik dengan menggunakan mesin tik. aku mendongak saat memasuki ruangan. tangan ayah berhenti saat dia menoleh sebentar ke arahku, kemudian melambaikan tangannya, "sini" menyuruhku duduk di pangkuannya. ayah berhenti mengetik. dia meraih gelasku sembari membantuku naik ke pangkuannya.  "mau ayah bantu dinginkan?" aku mengangguk sebagai jawaban. di hadapanku ada mesin tik dan kertas-kertas yang tidak kupahami bertuliskan apa. aku menarik bibirku ke samping, merasa hangat sekaligus merasa bak tuan putri yang menunggu susunya didinginkan sambil duduk di pangkuan ayah yang nyaman. --- Kini, setelah 18 tahun berlalu, kenangan itu menjadi satu-satunya kenangan yang membuatku yakin ayah bukan orang jahat. meski dia pergi, meski dia sering membuatku me...

Takut tumbuh dewasa

Photo by  Caleb Woods  on  Unsplash Aku takut tumbuh dewasa Dan menjadi pemarah Menganggap diriku benar Dan mutlak yang lain salah Aku takut tumbuh dewasa Bekerja keras meski tak ikhlas Dan kemudian menagih balas Menuntut keturunan untuk mengabdi Padahal mereka hanya titipan Ilahi Yang punya kehidupan sendiri Memaksa dunia untuk tunduk Ingin ini ingin itu Harus terkabul Seakan logika tumpul Aku takut tumbuh dewasa Takut pada peribahasa "Buah jatuh tak jauh dari pohonnya" Aku takut tumbuh dewasa Dan jadi seperti mama ~ KK on 23rd July, 2020 ~

"Menulis Butuh Keberanian" dari Nulisbuku dan Jia Effendie

Photo by Gabrielle Henderson on Unsplash Hal-hal yang saya dapatkan saat mengikuti live IG Nulisbuku bersama Mbak Jia Effendie . Setiap karya pasti ada yang suka, dan ada juga yang nggak suka. Itu adalah suatu kepastian. So, ngapain khawatir karyamu bakal ada/banyak yang nggak suka? Toh itu hal yang wajar terjadi pada setiap karya. Jangan khawatirkan sesuatu yang belum terjadi. Riset itu penting, tapi tetap utamakan target utama kita saat mulai menuliskan cerita; menyelesaikan ceritanya dan menyampaikan pesan cerita . Pentingnya outline/konsep: biar tau novelnya mau seperti apa? Arahnya ke mana? Kira-kira bakal riset apa aja? Plotnya gimana? Menulis itu harus berani. Nggak apa-apa lama asal selesai . Slow but sure . Dahulukan menulis cerita yang disukai daripada mengikuti pasar. Tulislah untuk diri sendiri. Ikut idealisme. Gimana caranya biar konsisten nulis? Bikin jadwal. Setelah first draft (yang katanya first draft is always a trash/sh*t ), terus harus rombak habis...

IMHO #1: Tentang Pernikahan

Photo by Beatriz Pérez Moya on Unsplash Ada satu hal yang selama ini diam-diam aku takutkan. Yaitu ketika Sinta (nama samaran), tetangga terdekatku--secara geografis, bukan emosional--yang juga merupakan teman bermainku saat SD sampai SMP, akhirnya dilamar dan kemudian akan melangsungkan pernikahannya. Kenapa? Karena dengan dilamarnya dia, berarti mama akan semakin gencar menyuruhku untuk menikah. Mama akan merasa semakin terdesak. Aku tidak mengerti mengapa sebuah pernikahan harus dijadikan ajang perlombaan, "tuh si Jimin anak belakang masjid udah nikah tuh, kamu kapan?". Apakah ketika ada orang seumuranku yang menikah, aku juga harus ikut menikah? Teori macam apa :( Kadang aku mikir, apa hanya aku yang terlalu berpikiran rumit dan menganggap pernikahan bukan hanya sekadar untuk mengejar kelegaan ? Lega karena sudah menikah di usia 25 tahun. Lega karena akhirnya orangtua tidak lagi bertanya tentang jodoh. Lega karena orang-orang akhirnya melihat bahwa kita memang l...

I will write that down

WFH is starting and I think I should do something that I enjoy. I mean, di samping melakukan tugas-tugas dari kantor, aku ngerasa setidaknya bisa melakukan hal lain. TBH, tugas kantor pas lagi masa kering (read: perencanaan keuangan udah mantap dan belum ada pencairan yang dibuka dari pusat) seperti sekarang ini tidak begitu banyak. Aku hanya dibutuhkan di saat-saat tertentu saja. Misal ada yang butuh dokumen keuangan, ada berkas yang mau dibuat buat disetor, ada pelaporan yang mau diaudit, dan semua itu tidak terlalu ribet. Thanks to my pencatatan keuangan yang rutin kulakukan selama bekerja. Aku selalu nyicil biar ga kelabakan pas tiba-tiba di minta. And it works. Kalau ada auditor kami selalu bisa memberikan dokumen secepatnya untuk diaudit. So, kembali ke keinginanku di awal tadi. Aku pengen nulis blog, entah itu review buku, novel, atau drama. Atau bisa juga sajak, puisi, atau cerpen. Apapun itu, aku akan menuliskannya. Photo by Corinne Kutz on Unsplash Oh iya, aku juga ...

Maybe I'll even laugh about it someday...

Ngeliat draft aku udah 89, kepo juga isinya apa aja sih kok banyak banget yang aku putuskan untuk dipendam? Makin scroll ke bawah makin ngerasa geli. Gila sih, dulu aku alay banget yak HAHAHA Jadi, pas SMA, aku pernah suka sama seseorang. Dan orang itu juga ternyata suka sama aku. Nah aku banyak cerita tentang perasaan aku di draft blog ini. Dari awal suka, dia nyatain perasaannya, konflik batin aku yang ga jelas maunya apa, temen-temen yang terlalu kepoin hubungan kami, sampai akhirnya semua itu berakhir. Aku lulus, depresi, lalu pergi ke Bandung. Yang bikin aku senyam-senyum dan geli sendiri adalah cara nulis aku yang asli blak-blakan banget. Pas baca sekarang emang lucu sih ya. Tapi aku tahu, dulu pas nulis itu aku serius loh. Sekarang, pas baca ulang, aku seolah-olah melihat diriku yang masih 17 tahun ngetik semua postingan itu dengan pelampiasan yang luar biasa--mata yang berkilat-kilat ingin mengeluarkan perasaanku dalam kata-kata. Padahal mah kata-kata itu tidak pernah samp...

Jadi Amoeba

Aku berencana membagi-bagi diriku menjadi beberapa bagian. Aku sadar, butuh banyak kepribadian eh maksudku 'tim' untuk bisa menyelesaikan target yang ingin kucapai. Aku tidak bisa hanya menjadi Tini Si Mageran. Maka ayo, keluarlah kepribadian-kepribadian yang selama ini bersemayam dalam diriku! Tunjukkan batang hidung kalian! although physically aku minim idung -_- Jadi, kondisi awalnya gini. Aku udah ada ide, udah punya cerita dan gambaran besar tentang apa yang mau aku ceritain. Jadi sekarang tinggal actionnya. Saat inilah aku butuh tim untuk mengeksekusi. Jadi, aku butuh... Photo by Danielle MacInnes on Unsplash Oh ya, butuh minum and BEGIN! *ala-ala dumbledore Tim Penulis Buruk Tapi Cepat Tim ini bertanggung jawab untuk menuliskan semua ide, semua-muanya, penting ga penting, logis ga logis, mereka harus menuliskan semuanya. Mereka tidak peduli apakah ada typo, apakah tanda bacanya sesuai, apakah huruf kapitalnya sesuai, apakah ejaannya benar, apakah alurnya sin...

Apa salahnya kembali berharap?

Well, aku kembali menulis ini. Semalem, sambil sikat gigi sebelum tidur, aku tiba-tiba kepikiran. Kira-kira kapan terakhir kali aku menulis resolusi untuk diriku sendiri. Apakah itu di tahun 2013? Atau 2014? Rasanya sudah sangat lama. Sudah sangat lama sejak aku berhenti mengharapkan sesuatu yang baik dan menakjubkan dari diriku sendiri. Sudah terlalu lama aku menganggap diriku hanya harus menyelesaikan hari ini saja, tidak perlu bersusah payah mengharapkan apapun untuk besok dan seterusnya. Tapi, kalau begitu terus, rasanya kosong juga. Kedepannya terlihat abu-abu, bisa jadi apa saja, bisa juga tidak jadi apa-apa. Jadi, apa salahnya kembali berharap? Pergantian tahun memang tidak lebih dari pergantian hari, hanya skalanya lebih besar. Kalau di kantor mungkin bakal sibuk realisasi anggaran buat TA baru, bakal ada kop surat baru dan stempel baru yang berlaku mulai tahun ini. Juga kebijakan BLU yang sudah dari akhir tahun kemarin meresahkan pegawai karena terlihat hanya menguntu...