Skip to main content

Sebelum Bertolak..

Pulang sendirian. Ada sedikit rasa takut yang membuatku merinding ketika memikirkannya. Tapi ada juga rasa penasaran 'bagaimana rasanya dalam perjalanan yang panjang sendirian?' dan aku merasa tertantang. Ceileh efek baca Divergent, aku jadi ngerasa berjiwa Dauntless nih hweehe

Sendiri. Dan badanku mirip anak 12 tahun pula. Habislah. Ntar pasti ditanyain 'dek, mamanya mana?' -_-
Tapi, di samping itu, seneng juga sih mau liburan ke kampung halaman. Setelah kurang lebih 4 bulan di Bandung, jauh dari mama dan keluarga yang lainnya, jauh dari masakan tante, jauh dari obrolan-obrolan ngawur dengan kakak, kangen juga ternyata :') 

Kegiatan perkuliahan benar-benar menyita waktu dan tenagaku. Nggak ada waktu untuk membaca buku-buku fiksi, yang ada malah ngoding ngoding dan ngoding. Chukkae~ emang gitu sih kalau jadi anak MI. Kalau laper, ya ngoding. Pasti langsung kenyang :') Tapi Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Beberapa matakuliah bisa aku yakini nilaiku bagus. Cuma matakuliah Sistem Informasi Manajemen nih yang bikin was-was. Sepertinya nih ya, sepertinya, materinya tuh lumayan mudah dan nggak ribet-ribet amat. Tapi sama dosennya dibikin ribet. Udah dosennya jarang banget masuk, hobinya ngirim tugas lewat dropbox trus nyuruh kita melakukan kuliah mandiri. Udah gitu semua slide dan modulnya full english lagi. Jadi ngerasa kayak di kelas internasional. Oalah banget dah lah -_-

Namun oh namun, itu hanya sebagian kecil dari kehidupan baruku di sini. Lebih banyak hal-hal menariknya kok. Seperti menjadi panitia untuk acara Creative Writing yang mengundang Radit dan Adera--asal kalian tahu ya, aku jalan disamping Radit ohhh Goood cuma dengan jarak beberapa senti doang! gila dia wangi banget dah ih!-- sampai menjadi panitia Nihon no Matsuri--event besar para pecinta Jepang di Bandung. Mengenal banyak orang baru, dari berbagai sudut negeri, aih keren kali lah :D

Oh iya. Aku juga nggak sengaja sih ya. Tapi orang-orang pada nggak percaya kalau aku dari Makassar. Katanya cara ngomong aku terlalu sunda. Kayaknya ini efek sekamar sama Tantan deh xD aku bahkan merasa lebih mudah akrab dengan orang-orang di sini daripada yang dari Makassar. Parah ya xP

Ada banyak hal yang aku sukai dari kampusku ini. Satu, perpustakaannya:


Gila! buku-buku Harry Potter, Percy jackson, Lord of the rings, sampai karya-karya Pram juga ada di sini :D sugoooi desune! hahaha maap alay

Selain itu, pemandangannya juga asri:



Tenang hati ini melihatnya, Bang :"")

Oke. ini postingan random yang aku post karena lagi nggak ngapain-ngapain aja, hwehe.. konbanwa minna-san ^_^

Satu pesan nih: "LAZY NI MAKERU NA YO!"
jaaa~

Comments

Popular posts from this blog

arah rotasi patah hati

Photo by Frames For Your Heart on Unsplash semua bermula saat pelukan kak fa terasa begitu personal. padahal ini cuma salam perpisahan biasa; paling cuma salaman, cipika-cipiki, ucapan "fii amanillah", saling mendoakan keselamatan, udah. tapi semalem, emang beda. selain cipika-cipiki, kak fa peluk aku erat, elus-elus pundakku. hanya saja perhatianku sedang teralih membahas soal umur dengan ummu mary dan musf. habis itu aku ke mobil, kak fa bilang lagi, "fii amanillah, tini", kubalas, "iya kak". aku singgahlah beli gorengan karena udah keroncongan sejak habis salat isya tadi. setelah 3 gorengan kulahap, aku iseng buka hp. liat-liat story orang, rata-rata soal berita duka istri ustadz yang baru saja meninggal. trus tiba di statusnya kak fa. biasa lah, poster-poster kajian. dan di story terakhir, eh.. langsung nyess aku langsung lemess tiba-tiba kenyang. tiba-tiba gorengan dan sandwichku ga menarik lagi. tiba-tiba... kerongkonganku tercekat. si fulan akhirnya...

sebuah self reminder

Sepertinya, saya memang terlalu mudah menyesali sesuatu. Meski sudah berulang kali berusaha untuk berhenti mengatakan "seandainya ga milih ini..." atau "coba tadi nggak ikut, pasti bla bla bla..." dan semacamnya. Padahal, yang kayak gitu tuh bikin capek. Udah mah capek raga dari sononya, ditambah ngeluh dan nyesel kayak gitu jadi makin capek sampai ke batin. That's why, i'm writing this post to remind myself. Based on insight tadi malam, masyaAllah, aku mikir "kalau aku menghakimi keputusanku di masa lalu dengan menggunakan pengetahuan dan pengalamanku di masa sekarang, bukankah itu ga adil?" Karena aku yang sekarang sudah nambah pengetahuannya, sudah tahu akibatnya, sudah tahu lebih banyak daripada aku yang dulu, yang ngambil keputusan itu. Kalau waktu diputar dan aku kembali ke diriku yang dulu, dengan pengetahuan dan pengalaman yang sama, bukankah aku akan kembali mengambil keputusan yang sama? Jadi, ngapain nyesel? Bukankah aku sudah mengambil ...

standar kebahagiaan

kalau lagi nyetir selalu aja muncul random thought yang alhamdulillah belakangan ini selalu yang baik-baik sih. misal, tadi pas di jalan ke kemenag.  aku keinget betapa dulu aku begitu terganggu dengan masa depanku di bidang pendidikan dan karir. di usia segini, aku baru D3 dan susah banget buat bisa S1. sedangkan teman-teman seusiaku malah sudah ada yang S2. lah aku, S1 aja belum. umur udah hampir kepala 3 tapi hilal untuk bisa kuliah S1 belum juga terlihat. ya, dulu aku rempong banget ngeluhin itu. menganggap itu sangat gawat dan aku harus segera mencari jalan keluarnya. lalu, ketika sana-sini udah mentok, aku jadi stress sendiri. ngerasa diri nggak berguna, salah milih jalan, kembali menyesali keputusanku di masa lalu karena sudah memilih pekerjaan ini. itu, aku yang dulu. sekarang, aku seolah bisa melihat diriku yang dulu. rasanya geli sendiri. kenapa sih tin, gitu aja direpotin? diizinin buat mengganggu hari-harimu? sampai kamu bela-belain konsul ke psikolog soal itu, iya kan?...