Skip to main content

Lihat lebih dekat~

Kalau banyak orang yang sentimen dan menganggap remeh hal-hal berbau korea, aku memang bisa mengerti. Korea terlalu erat dikaitkan dengan operasi plastik, kpop, bahkan atheisme. Ya, memang banyak hal seperti itu di sana, setauku. Tapi, bukan berarti kita harus menutup mata dan berpaling sepenuhnya dari mereka. Karena hal-hal berharga dan bermakna tidak selalu datang dari orang berderajat tinggi, berpendidikan tinggi, ataupun berpengetahuan agama yang tinggi. Ada kemungkinan juga, kita dapat memetik pelajaran berharga yang meski sederhana dari beberapa orang 'biasa'.

Jujur saja, meski aku lebih sering terlihat antusias terhadap kpop, namun belakangan ini aku merasa hal itu adalah sesuatu yang salah. Aku membuang-buang waktuku menonton video mereka, atau membaca artikel mereka. Ya, memang benar sih itu menghibur, tapi aku jadi tidak produktif. Pikiran itu menghantuiku, sampai aku merasa aku harus mengurangi kegiatan itu. Kalau perlu, aku harus berhenti.

Dan kemudian, GOT7 meliris lagu barunya itu; MiRACLE. Lagunya sendiri bercerita tentang GOT7 dan IGOT7 (nama fans GOT7) yang saling menemukan keajaiban ketika bertemu satu sama lain. GOT7 yang merasa kerja kerasnya selama ini akhirnya membuahkan hasil, bahkan bertemu banyak orang yang terinspirasi dan menemukan semangat ketika mendengarkan lagu mereka. Mereka seakan senang mengetahui fakta bahwa ada orang-orang yang mendukung dan menikmati mimpi mereka.
Mungkin aku terlalu menafsirkannya berlebihan. Tapi aku bisa melihat ketulusan di sana. GOT7 yang terkesan berisik, gila, dan mungkin sedikit melewati batas kesopanan itu masing-masing membernya memiliki ketulusan yang indah dalam hati mereka.

Aku memang tidak mengenal mereka langsung. Tapi kepribadian dan semangat itulah yang aku tangkap. Aku salut pada mereka. Aku iri, betapa seru dan indahnya bisa bersama-sama dan berbagi cerita dengan orang-orang yang memiliki mimpi yang sama denganmu. Kamu bisa berbagi apa saja. Baik itu semangat, ataupun kesedihan. Kehangatan dan kemurnian dalam menggapai mimpi itulah yang memancing rasa salut dan kagumku. Aku tidak peduli pada orang-orang yang mengomentari dandanan mereka, makeup mereka, atau keyakinan mereka. Aku tidak meniru itu, aku tidak menaruh perhatian pada itu. Aku melihat dan merasakan keindahan mimpi mereka. Aku tersentuh saat mereka bercerita tentang pengalaman sebelum debut, di masa-masa kelam mereka, saat degdegan pertama kali audisi, pertama kali rekaman, saat dimarahi oleh CEO, lalu MiRACLE itu datang, berita untuk debut itu datang. Dan ternyata mereka sadar, itu bukanlah akhir, melainkan awal yang baru dari perjalanan mereka menggapai mimpi. Berlatih tiada henti, tidak kenal waktu, tidak kenal lelah, semua demi menggapai tujuan yang sama.

Aku merasa dipukul berkali-kali, sebab aku belum pernah senekat dan se-bersungguh-sungguh itu untuk menggapai mimpiku. Aku selalu membuat alasan; aku sibuk kuliah, aku tidak bisa fokus pada dua hal, aku tidak berbakat, aku tidak punya teman, dan mungkin sejuta alasan lainnya. Aku pengecut yang menjadikan alasan sebagai tameng, yang mengira bertahan pada posisi itu adalah tindakan yang benar, tapi perlahan-lahan waktu terus bergulir dan DOR aku sudah usia segini, belum meraih apapun, belum melakukan apapun terhadap mimpiku, belum memberikan kebahagiaan pada orangtuaku.

On a cold, freezing winter day
On a night that seemed like the passing year had forgotten me
You, standing in front of me, felt like a ray of light
In a sky that was lonely and dark
You came to me and became a shining star
Meeting you, my spring, at the end of this winter
Oh miracle, you were like a miracle to me
After you came to my life, winter isn't  so cold anymore
Because I have you by my side
- MiRACLE, GOT7
Aku ingin merasakan itu. Momen ketika kamu bertemu dengan "spring" setelah melalui "winter" yang begitu dingin, yang membuat "winter-winter" selanjutnya tidak lagi sedingin yang dulu.

Aku tau aku harus berhenti membuat alasan, aku harus berani mematahkan perisai yang kubuat itu, kalau aku masih menghargai mimpi yang selama ini masih kusimpan.

source: dreamillion

Comments

Popular posts from this blog

arah rotasi patah hati

Photo by Frames For Your Heart on Unsplash semua bermula saat pelukan kak fa terasa begitu personal. padahal ini cuma salam perpisahan biasa; paling cuma salaman, cipika-cipiki, ucapan "fii amanillah", saling mendoakan keselamatan, udah. tapi semalem, emang beda. selain cipika-cipiki, kak fa peluk aku erat, elus-elus pundakku. hanya saja perhatianku sedang teralih membahas soal umur dengan ummu mary dan musf. habis itu aku ke mobil, kak fa bilang lagi, "fii amanillah, tini", kubalas, "iya kak". aku singgahlah beli gorengan karena udah keroncongan sejak habis salat isya tadi. setelah 3 gorengan kulahap, aku iseng buka hp. liat-liat story orang, rata-rata soal berita duka istri ustadz yang baru saja meninggal. trus tiba di statusnya kak fa. biasa lah, poster-poster kajian. dan di story terakhir, eh.. langsung nyess aku langsung lemess tiba-tiba kenyang. tiba-tiba gorengan dan sandwichku ga menarik lagi. tiba-tiba... kerongkonganku tercekat. si fulan akhirnya...

sebuah self reminder

Sepertinya, saya memang terlalu mudah menyesali sesuatu. Meski sudah berulang kali berusaha untuk berhenti mengatakan "seandainya ga milih ini..." atau "coba tadi nggak ikut, pasti bla bla bla..." dan semacamnya. Padahal, yang kayak gitu tuh bikin capek. Udah mah capek raga dari sononya, ditambah ngeluh dan nyesel kayak gitu jadi makin capek sampai ke batin. That's why, i'm writing this post to remind myself. Based on insight tadi malam, masyaAllah, aku mikir "kalau aku menghakimi keputusanku di masa lalu dengan menggunakan pengetahuan dan pengalamanku di masa sekarang, bukankah itu ga adil?" Karena aku yang sekarang sudah nambah pengetahuannya, sudah tahu akibatnya, sudah tahu lebih banyak daripada aku yang dulu, yang ngambil keputusan itu. Kalau waktu diputar dan aku kembali ke diriku yang dulu, dengan pengetahuan dan pengalaman yang sama, bukankah aku akan kembali mengambil keputusan yang sama? Jadi, ngapain nyesel? Bukankah aku sudah mengambil ...

oh newton, berjuta rasanya

my blog soul tiba-tiba nongol pas denger lagunya Kita Selamanya punya abang-abang Bondan & fade2Black. nih lagu liriknya asli keren bisa bikin gue ngayal, mata ini tiba-tiba basah hiks :") keinget sama Newton, Autis, dan segala macam hal tentang putih abu-abu gue :") ok… detak detik tirai mulai menutup panggung tanda skenario… eyo… baru harus diusung lembaran kertas barupun terbuka tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu masa jaya putih biru atau abu-abu (hey) memori crita cinta aku, dia dan kamu ya, perjalanan menuju hari UN memang jadi terasa seperti detak-detik yang selalu pengen gue slow-motion kan, biar gue bisa ngeliat semua tingkah dan ekspresi NEWTON secara detail, dan merekamnya dengan baik di memori ini. ada rasa bahagia karena langkah selanjutnya menuju universitas impian akan segera terwujud, tapi lebih banyak sedihnya karena harus berpisah dengan tawa me...