Skip to main content

Apa salahnya kembali berharap?

Well, aku kembali menulis ini. Semalem, sambil sikat gigi sebelum tidur, aku tiba-tiba kepikiran. Kira-kira kapan terakhir kali aku menulis resolusi untuk diriku sendiri. Apakah itu di tahun 2013? Atau 2014? Rasanya sudah sangat lama. Sudah sangat lama sejak aku berhenti mengharapkan sesuatu yang baik dan menakjubkan dari diriku sendiri. Sudah terlalu lama aku menganggap diriku hanya harus menyelesaikan hari ini saja, tidak perlu bersusah payah mengharapkan apapun untuk besok dan seterusnya.

Tapi, kalau begitu terus, rasanya kosong juga. Kedepannya terlihat abu-abu, bisa jadi apa saja, bisa juga tidak jadi apa-apa. Jadi, apa salahnya kembali berharap?

Pergantian tahun memang tidak lebih dari pergantian hari, hanya skalanya lebih besar. Kalau di kantor mungkin bakal sibuk realisasi anggaran buat TA baru, bakal ada kop surat baru dan stempel baru yang berlaku mulai tahun ini. Juga kebijakan BLU yang sudah dari akhir tahun kemarin meresahkan pegawai karena terlihat hanya menguntungkan para dosen. Tapi untuk diriku sendiri, aku sungguh ingin jadi lebih baik tahun ini. Dari segi mental, utamanya. So, here is my resolutions for a better Kartini...

1. Umroh bareng keluarga


Photo by Haidan Soendawy on Unsplash

Trip bersama keluarga sebenarnya paling melelahkan. Tapi kalau untuk ibadah, aku lebih bersemangat. Tahun ini masihlah panjang, aku bisa berharap bisa menunaikan umroh di awal, pertengahan, atau mungkin di akhir tahun ini. Mohon panggilannya, Ya Rabb :)

2. Reuni UNO

Ichakato, Tantan, dan Megatronn! Sumpah kangen banget sama mereka. Aku tahu Mega udah hilang kontak (udah keluar dari grup LINE malah), tapi dia sering tiba-tiba nongol kok di Twitter. Kalau Icha sama Tantan lebih sering muncul di IG. Mungkin karena itu kami tidak pernah bersinggungan.
Akhir bulan lalu bahkan udah rencana sama Icha dan Tantan buat reuni ke Yogya, tapi aku malah merusaknya dengan tidak mendapatkan izin dari mama. So sad :(
Tapi tahun ini insyaAllah bisa! Mohon bantuannya Ya Allah. Di mana pun itu, intinya pengen banget reuni dan berisik-berisik bareng mereka lagi :')

3. Reuni ABH

Selain kangen sama member kamar 405, aku juga pengen banget reuni sama ABH! Bisa ngobrol langsung lagi sama Naikoi, Ajengsky, Butet, Sanshine, Aul, dan Bundo! OMG karakter mereka yang beda-beda banget sumpah bikin kangenn. Aku inget bisa ketawa paling kenceng tuh kalau sama mereka. Di manapun itu, mohon izinnya, Ya Allah. Komplit bertujuh pasti bakal seru abies :')

4. Tamatin bacaan Alquran + terjemahannya

Photo by Adli Wahid on Unsplash

At least once. Aku selalu pengen tahu seluk beluk dari agamaku, tapi sering serba salah karena katanya jaman sekarang banyak tausyiah yang udah 'belok-belok' kalau kita nggak teliti sama latar belakang ustad dan ustadzahnya sama hadits-hadits yang dibahasnya (apakah sahih atau tidak). Karena itulah aku mulai sering baca Alquran dengan terjemahannya, sebab itu satu-satunya sumber paling otentik yang pasti isinya benar. So, for this year, aku pengen tamatin bacaan, setidaknya sekali, untuk lebih paham sama isi Alquran dan lebih paham juga sama kodratku sebagai hamba-Nya. Kalau bisa tamat lebih dari sekali, Alhamdulillah banget sih ya :)

5. Menginjakkan kaki di Korea Selatan dan/atau London, Inggris (Bareng Yusti!)

Photo by Daniel Lee on Unsplash

Kalau liat foto-fotonya udah sering banget. Aku berharap tahun ini bisa beneran kesampean melihat suasana Seoul secara langsung. Juga pengen menghirup udara di London yang mungkin akan mengingatkanku pada deskripsi Conan Doyle di serial Sherlock Holmesnya!
Dan sumpah pengen banget ke sini bareng Yusti! HAHAHA nggak tahu kalau Yusti gimana ya, tapi aku ngerasa klop aja kalau jalan-jalan ke dua negara ini bareng dia. Komplit dan pasti nyambung, aku juga ga bakal takut ilang karena Yustinya pinter :))

6. Menerbitkan novel perdanaku!

Overthinking menjadi sebab langkahku selalu melambat. Aku orangnya emang banyak ide tapi mager di action. Maka untuk tahun ini, please banget, jangan mager dan go go go! Terbitkan satu atau dua draft yang selama ini mendekam di laptop (atau mungkin masih di benak)mu, Tin!

7. Latsar dan 100% jadi PNS

OMG. Aku tidak percaya aku menginginkan ini. Aku ingin merasa lengkap saja dengan pekerjaanku. (mungkin sebagian alasan lain adalah ingin berdamai dengan takdirku sebab mengeluh terus-menerus juga melelahkan).

Tujuh aja dulu. Untuk resolusi lain, mungkin karena terlalu detail, aku memutuskan untuk menempelkannya saja di dinding kamar.

Selamat Hari Rabu!

Comments

Popular posts from this blog

arah rotasi patah hati

Photo by Frames For Your Heart on Unsplash semua bermula saat pelukan kak fa terasa begitu personal. padahal ini cuma salam perpisahan biasa; paling cuma salaman, cipika-cipiki, ucapan "fii amanillah", saling mendoakan keselamatan, udah. tapi semalem, emang beda. selain cipika-cipiki, kak fa peluk aku erat, elus-elus pundakku. hanya saja perhatianku sedang teralih membahas soal umur dengan ummu mary dan musf. habis itu aku ke mobil, kak fa bilang lagi, "fii amanillah, tini", kubalas, "iya kak". aku singgahlah beli gorengan karena udah keroncongan sejak habis salat isya tadi. setelah 3 gorengan kulahap, aku iseng buka hp. liat-liat story orang, rata-rata soal berita duka istri ustadz yang baru saja meninggal. trus tiba di statusnya kak fa. biasa lah, poster-poster kajian. dan di story terakhir, eh.. langsung nyess aku langsung lemess tiba-tiba kenyang. tiba-tiba gorengan dan sandwichku ga menarik lagi. tiba-tiba... kerongkonganku tercekat. si fulan akhirnya...

sebuah self reminder

Sepertinya, saya memang terlalu mudah menyesali sesuatu. Meski sudah berulang kali berusaha untuk berhenti mengatakan "seandainya ga milih ini..." atau "coba tadi nggak ikut, pasti bla bla bla..." dan semacamnya. Padahal, yang kayak gitu tuh bikin capek. Udah mah capek raga dari sononya, ditambah ngeluh dan nyesel kayak gitu jadi makin capek sampai ke batin. That's why, i'm writing this post to remind myself. Based on insight tadi malam, masyaAllah, aku mikir "kalau aku menghakimi keputusanku di masa lalu dengan menggunakan pengetahuan dan pengalamanku di masa sekarang, bukankah itu ga adil?" Karena aku yang sekarang sudah nambah pengetahuannya, sudah tahu akibatnya, sudah tahu lebih banyak daripada aku yang dulu, yang ngambil keputusan itu. Kalau waktu diputar dan aku kembali ke diriku yang dulu, dengan pengetahuan dan pengalaman yang sama, bukankah aku akan kembali mengambil keputusan yang sama? Jadi, ngapain nyesel? Bukankah aku sudah mengambil ...

oh newton, berjuta rasanya

my blog soul tiba-tiba nongol pas denger lagunya Kita Selamanya punya abang-abang Bondan & fade2Black. nih lagu liriknya asli keren bisa bikin gue ngayal, mata ini tiba-tiba basah hiks :") keinget sama Newton, Autis, dan segala macam hal tentang putih abu-abu gue :") ok… detak detik tirai mulai menutup panggung tanda skenario… eyo… baru harus diusung lembaran kertas barupun terbuka tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu masa jaya putih biru atau abu-abu (hey) memori crita cinta aku, dia dan kamu ya, perjalanan menuju hari UN memang jadi terasa seperti detak-detik yang selalu pengen gue slow-motion kan, biar gue bisa ngeliat semua tingkah dan ekspresi NEWTON secara detail, dan merekamnya dengan baik di memori ini. ada rasa bahagia karena langkah selanjutnya menuju universitas impian akan segera terwujud, tapi lebih banyak sedihnya karena harus berpisah dengan tawa me...