Skip to main content

random thought - doesn't fit me

you know what, tin?

mikirin dia tuh kayak mikirin baju yang kamu taksir di toko tapi ukurannya nggak ada yang pas sama kamu. terus kamu uring-uringan sampai rumah, sampai berhari-hari, mikirin andai baju itu punya ukuran yang pas sama kamu, andai kamu lebih cepat ketemu sama baju itu sebelum stok ukurannya habis, andai, andai, dan andai.

inget nggak kalau kebanyakan 'andai' bisa bikin kamu pelan-pelan jadi gila? jadi ngarepin hal yang nggak mungkin? jadi ngelakuin hal yang nggak berguna?

so, terima nasib aja.

ukuran baju itu, yang pas buat kamu, udah habis. atau emang nggak diproduksi dari sononya. yang artinya, baju itu sejak awal kamu diciptakan, emang nggak ditakdirkan buat kamu miliki. mungkin kamu bisa ketemu sama baju itu, hidup kamu bersinggungan dengannya. kamu bahkan pernah nyobain baju itu dan sempat ngerasa nyaman. sampai akhirnya kamu sadar, eh kok lengannya kegedean ya? eh kok pinggangnya terlalu panjang ya? dan hal-hal lain yang bikin kamu jadi mikir ulang buat beli baju itu. akhirnya, kamu melepaskan baju itu juga kan, karena kurang pas? meski dia menarik, cantik banget, kainnya bagus, modelnya udah kamu banget, tapi kalau nggak pas, emang bakal nyaman dipakainya? jangan-jangan karena termakan nafsu ingin memiliki doang, kamu cuma beli dan simpen itu di lemari? padahal harusnya dia bertemu dengan pemiliknya yang cocok. bakal ada pasti, yang cocok pakai baju itu. ukuran dan modelnya bakal fit sama dia. begitupun dengan kamu, tin. kamu bakal ketemu sama baju yang fit you well and treat you better. bikin kamu nyaman dan secure. meningkatkan kepercayaan diri kamu juga.

coba jalan-jalan dikit lagi di mall. keliling ke toko yang lain. kalau belum ketemu hari ini, boleh kamu coba cari lagi besok. kalau belum ketemu juga... mungkin kamu harus lepasin dulu baju yang udah ga kepake di lemari, sumbangin ke yang membutuhkan. kali aja baju baru yang masih belum diketahui letaknya itu nggak mau muncul karena tahu lemari kamu udah penuh sesak sama baju-baju lama. 

kalau ternyata lemarimu udah dikosongin dan tetap ga nemu baju yang pas juga... mungkin lemarinya kudu dibersihin? banyak debu dan hal-hal ga penting lainnya yang kelaman mendekam di sana? perbaiki diri untuk menyambut apapun-siapapun yang akan datang.

gimana? bener gitu, nggak?  HAHA

Photo by freestocks on Unsplash


Comments

Popular posts from this blog

arah rotasi patah hati

Photo by Frames For Your Heart on Unsplash semua bermula saat pelukan kak fa terasa begitu personal. padahal ini cuma salam perpisahan biasa; paling cuma salaman, cipika-cipiki, ucapan "fii amanillah", saling mendoakan keselamatan, udah. tapi semalem, emang beda. selain cipika-cipiki, kak fa peluk aku erat, elus-elus pundakku. hanya saja perhatianku sedang teralih membahas soal umur dengan ummu mary dan musf. habis itu aku ke mobil, kak fa bilang lagi, "fii amanillah, tini", kubalas, "iya kak". aku singgahlah beli gorengan karena udah keroncongan sejak habis salat isya tadi. setelah 3 gorengan kulahap, aku iseng buka hp. liat-liat story orang, rata-rata soal berita duka istri ustadz yang baru saja meninggal. trus tiba di statusnya kak fa. biasa lah, poster-poster kajian. dan di story terakhir, eh.. langsung nyess aku langsung lemess tiba-tiba kenyang. tiba-tiba gorengan dan sandwichku ga menarik lagi. tiba-tiba... kerongkonganku tercekat. si fulan akhirnya...

sebuah self reminder

Sepertinya, saya memang terlalu mudah menyesali sesuatu. Meski sudah berulang kali berusaha untuk berhenti mengatakan "seandainya ga milih ini..." atau "coba tadi nggak ikut, pasti bla bla bla..." dan semacamnya. Padahal, yang kayak gitu tuh bikin capek. Udah mah capek raga dari sononya, ditambah ngeluh dan nyesel kayak gitu jadi makin capek sampai ke batin. That's why, i'm writing this post to remind myself. Based on insight tadi malam, masyaAllah, aku mikir "kalau aku menghakimi keputusanku di masa lalu dengan menggunakan pengetahuan dan pengalamanku di masa sekarang, bukankah itu ga adil?" Karena aku yang sekarang sudah nambah pengetahuannya, sudah tahu akibatnya, sudah tahu lebih banyak daripada aku yang dulu, yang ngambil keputusan itu. Kalau waktu diputar dan aku kembali ke diriku yang dulu, dengan pengetahuan dan pengalaman yang sama, bukankah aku akan kembali mengambil keputusan yang sama? Jadi, ngapain nyesel? Bukankah aku sudah mengambil ...

oh newton, berjuta rasanya

my blog soul tiba-tiba nongol pas denger lagunya Kita Selamanya punya abang-abang Bondan & fade2Black. nih lagu liriknya asli keren bisa bikin gue ngayal, mata ini tiba-tiba basah hiks :") keinget sama Newton, Autis, dan segala macam hal tentang putih abu-abu gue :") ok… detak detik tirai mulai menutup panggung tanda skenario… eyo… baru harus diusung lembaran kertas barupun terbuka tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu masa jaya putih biru atau abu-abu (hey) memori crita cinta aku, dia dan kamu ya, perjalanan menuju hari UN memang jadi terasa seperti detak-detik yang selalu pengen gue slow-motion kan, biar gue bisa ngeliat semua tingkah dan ekspresi NEWTON secara detail, dan merekamnya dengan baik di memori ini. ada rasa bahagia karena langkah selanjutnya menuju universitas impian akan segera terwujud, tapi lebih banyak sedihnya karena harus berpisah dengan tawa me...