Skip to main content

fokus ke yang lain aja

belakangan ini aku sering kepikiran soal lanjut studi yang tak kunjung menemukan titik terangnya. rasa kesal bercampur marah (eh itu sama aja ya wkwk) menggerogotiku. rasanya nggak enak. ya wajar sih, soalnya emang di sini nih yang nyebelin. di tempat lain oke-oke aja lanjut studi mah. ah, stop. aku nggak mau bahas itu. bikin makin kesel aja. 

jadi aku memutuskan untuk memikirkan hal lain saja. masalah lanjut studi ini tidak bisa menemukan titik terang selama pimpinannya masih mereka. di jalan pulang kemarin, aku juga mikir. seberapapun kesal dan marahnya aku, tetap nggak bisa apa-apa. aku terdesak karena merasa umur sudah segini dan belum S1 juga. lagi-lagi aku kesal pada diri sendiri karena mempermasalahkan soal umur lagi. padahal aku yang ingin bebas dan benci dikekang, tapi nyatanya aku yang mengekang diriku sendiri dan membuatnya terpuruk dengan memberikan target dan batasan ini-itu soal umur. lalu kenapa aku harus repot-repot sampai mengganggu hari-hariku karena sesuatu yang tidak bisa kukontrol? masalah lanjut studi itu tidak berada di dalam kendaliku. perlu izin sana-sini, juga ketersediaan kampus yang ingin kutuju. and suddenly, aku jadi keinget lagi pada tweet lama itu, "sekarang aku serahin ke Allah, soalnya kemarin aku yang nyoba ngatur tapi berantakan semua". that's true, tho. kenapa kita berusaha terlalu keras untuk merencanakan semuanya dan ingin mengatur semuanya sesuai rencana padahal ada Allah yang Maha Segala-galanya?

meski dari sudut pandangku hal ini tidak bagus, kurang menarik, nggak keren, jauh dari standar orang-orang pada umumnya, tapi ini hanya sebatas pandanganku dan orang-orang saja. yang terpenting adalah aku selalu berprasangka baik pada takdir dan nikmat-Nya. Allah pasti akan memberikan yang terbaik untukku. He already has a plan since i was born.

dan, hal lain yang ingin kupikirkan adalah, soal mengamalkan sedikit-sedikit tips hidup hari ini dengan sungguh-sungguh. sebenarnya, tidak lanjut sekarang juga banyak hikmahnya. aku bisa menulis, membaca, jalan-jalan, dan banyak hal menyenangkan lainnya. bisa mulai bersungguh-sungguh untuk hidup hari ini saja, melakukan yang terbaik untuk membuat diriku jadi lebih baik lagi dari segala sisi.

soal menulis, well, aku sedang stuck sih. dan butuh entah apa untuk memulai lagi. menulis terasa begitu jauh dan lama kutinggalkan. padahal sekarang pun aku sedang menulis ya, wkwk. tapi menulis cerita, membuat konsep, desain karakter, outline, dan mulai menulis lagi rasanya agak menyesakkan saat ini. aku punya beberapa ide, tapi ujung-ujungnya selalu merasa ide itu kurang bagus. dan aku merasa terlalu suram saat ini untuk mencari cara membuatnya menarik.

opsi yang dapat kulakukan untuk mulai menulis lagi; pertama, mungkin kudu beli laptop? atau pinjam punya kakak dulu. kan nulisnya di drive, so its okay pindah-pindah device. oke, karena laptop yang kuincar terlalu mahal, jadinya mending pinjam dulu aja kali ya. kedua, tempat menulis. di rumah, moodku yang fragile ini mudah banget terganggu. dipanggil sekali, disenggol dikit, fokusku bisa buyar. jadi, mencoba menulis di kafe yang tenang mungkin bisa jadi solusi. ada dua kafe di samata yang bisa jadi pilihan, dialektika dan ruang cerita. keduanya tampak menjanjikan sih. mungkin bisa aku mulai sabtu/minggu ini atau minggu depan karena minggu ini kan idul adha. ketiga, kisah mana dulu yang akan mulai kugarap? ada beberapa judul, "child with chain", "she died", "obliviate", dan "suspicious confession". dari semua itu, she died sebenarnya terasa paling matang dari segi sinopsis. tapi aku nggak yakin. haruskah aku mulai konsultasi dengan suhu-suhu di ECP? kayaknya aku stuck karena nggak ada teman ngobrol soal ideku deh. bagaimana pun, menulis itu butuh proofreader dan teman brainstorming. semua penulis yang sukses berkarya selalu mengulang-ulangi hal itu. oke, i'll try.

lalu, soal membaca. aku masih bisa melakukannya dengan baik sih. dan cukup menghiburku. membaca dan kemudian mereviu. tanpa direncanakan pun, aku kini punya (makin) banyak stok bacaan di rumah. so, it's a good thing.

dan soal jalan-jalan, ini pengen banget-nget-nget. tapi aku nggak ada duit wkwkwk

jadi, gimana kalau ini ditunda dulu sampai nanti kegiatan menulisku itu udah punya penghasilan, baru aku jalan-jalan? atau nggak usah nunggu, pake aja uang yang ada sekarang? just, go-go-go kayak lagunya bangtan? hwehehehe

edisi kangen naik pesawat :) - cr: Photo by Eva Darron on Unsplash

masalah pekerjaanku ini memang banyak yang bikin sesaknya. tapi masalah itu bisa menghantamku hanya jika aku menaruh tubuhku di wilayah sasarannya. kalau aku menoleh ke arah lain, melihat ke sisi yang lain, yang lebih kusukai dan bisa membuatku tersenyum setiap hari, masalah itu bukanlah apa-apa. awan gelap itu hanya akan jadi awan gelap saja. biarin aja lewat wkwk. aku nggak perlu stress, memberikan masalah ke diri sendiri, padahal ada banyak hal menyenangkan lain yang bisa kujadikan fokus pikiranku.

oke? damai, ya tin? :)

Comments

Popular posts from this blog

arah rotasi patah hati

Photo by Frames For Your Heart on Unsplash semua bermula saat pelukan kak fa terasa begitu personal. padahal ini cuma salam perpisahan biasa; paling cuma salaman, cipika-cipiki, ucapan "fii amanillah", saling mendoakan keselamatan, udah. tapi semalem, emang beda. selain cipika-cipiki, kak fa peluk aku erat, elus-elus pundakku. hanya saja perhatianku sedang teralih membahas soal umur dengan ummu mary dan musf. habis itu aku ke mobil, kak fa bilang lagi, "fii amanillah, tini", kubalas, "iya kak". aku singgahlah beli gorengan karena udah keroncongan sejak habis salat isya tadi. setelah 3 gorengan kulahap, aku iseng buka hp. liat-liat story orang, rata-rata soal berita duka istri ustadz yang baru saja meninggal. trus tiba di statusnya kak fa. biasa lah, poster-poster kajian. dan di story terakhir, eh.. langsung nyess aku langsung lemess tiba-tiba kenyang. tiba-tiba gorengan dan sandwichku ga menarik lagi. tiba-tiba... kerongkonganku tercekat. si fulan akhirnya...

sebuah self reminder

Sepertinya, saya memang terlalu mudah menyesali sesuatu. Meski sudah berulang kali berusaha untuk berhenti mengatakan "seandainya ga milih ini..." atau "coba tadi nggak ikut, pasti bla bla bla..." dan semacamnya. Padahal, yang kayak gitu tuh bikin capek. Udah mah capek raga dari sononya, ditambah ngeluh dan nyesel kayak gitu jadi makin capek sampai ke batin. That's why, i'm writing this post to remind myself. Based on insight tadi malam, masyaAllah, aku mikir "kalau aku menghakimi keputusanku di masa lalu dengan menggunakan pengetahuan dan pengalamanku di masa sekarang, bukankah itu ga adil?" Karena aku yang sekarang sudah nambah pengetahuannya, sudah tahu akibatnya, sudah tahu lebih banyak daripada aku yang dulu, yang ngambil keputusan itu. Kalau waktu diputar dan aku kembali ke diriku yang dulu, dengan pengetahuan dan pengalaman yang sama, bukankah aku akan kembali mengambil keputusan yang sama? Jadi, ngapain nyesel? Bukankah aku sudah mengambil ...

oh newton, berjuta rasanya

my blog soul tiba-tiba nongol pas denger lagunya Kita Selamanya punya abang-abang Bondan & fade2Black. nih lagu liriknya asli keren bisa bikin gue ngayal, mata ini tiba-tiba basah hiks :") keinget sama Newton, Autis, dan segala macam hal tentang putih abu-abu gue :") ok… detak detik tirai mulai menutup panggung tanda skenario… eyo… baru harus diusung lembaran kertas barupun terbuka tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu masa jaya putih biru atau abu-abu (hey) memori crita cinta aku, dia dan kamu ya, perjalanan menuju hari UN memang jadi terasa seperti detak-detik yang selalu pengen gue slow-motion kan, biar gue bisa ngeliat semua tingkah dan ekspresi NEWTON secara detail, dan merekamnya dengan baik di memori ini. ada rasa bahagia karena langkah selanjutnya menuju universitas impian akan segera terwujud, tapi lebih banyak sedihnya karena harus berpisah dengan tawa me...