Skip to main content

Postingan Edisi Curhat

sejujurnya, saya masih terpuruk dan sakit hati karena ketidaklulusan saya ini. meskipun hati saya sudah mendongengkan sejuta nasihat bijak, yang meyakinkan saya bahwa memang inilah yang terbaik dari-Nya, tapi toh tetap saja hati ini pilu, badan pun terasa lemes dan rasanya mau lenyap saja dari muka bumi ini.
setiap saya merem, yang terbayang adalah momen-momen pas antri untuk tes kesehatan, pas ketawa-ketawa di ruang periksa kesehatan karena dokternya pada ngelawak, pas dibagiin baju buat lari, pas baris rapi buat siap-siap lari, pas lari sampai seluruh tenaga saya kerahkan, juga pas saya masuk ruang wawancara, ahhh pokoknya terlalu banyak yang terbayangnya pas saya nyoba untuk merem. makanya sejak dini hari tadi, setelah tahu kalau saya nggak lulus, saya jadi susah tidur. memejamkan mata jadi begitu mengerikan rasanya.
lulus di tahap pertama, dan gagal di tahap kedua. itu rasanya kayak php banget tau gak? haha.. agak lebay memang. tapi saya cuma..em..apa ya? kecewa? entahlah..
jadi keinget quote dari seorang penulis,
"terkadang kita memang harus belajar hal yang berbeda dalam satu waktu; belajar mencintai dan melupakan sekaligus".
rasanya nih quote cucok sama keadaan saya sekarang. kenapa mencintai dan melupakan? ya karena pada awalnya saya memang tidak pernah kepikiran untuk melanjutkan studi di kampus plat merah itu. bener-bener nggak pernah kepikiran mau kerja di bagian keuangan negara.
nah, waktu itu saya baru selesai menghitung dan mengira-ngira nilai saya di sbmptn 2013 kemarin dan ternyata hasilnya sangat memprihatinkan. menurut hitungan saya, saya tidak akan lulus satupun sari ketiga pilihan saya itu. rasa khawatir mulai menjalari. lalu saya teringat dengan pendaftaran stan yang sudah saya lakukan beberapa hari yang lalu. akhirnya saya memutuskan untuk mulai fokus ke usm tulisnya itu. saya mulai searching tentang tips dan trik mengerjakan usm stan, saya mulai mendownload semua soal usm yang saya dapatkan bahkan dari tahun 1990-an. saya mulai ikut TO stan. setelah itu saya melakukan TO sendiri di rumah. ya, mengerjakan soal-soal dari internet itu dalam waktu 150 menit. seakan-akan saya TO setiap hari. and it works. pas hari H saya jadi santai mengerjakan soal dan bisa menjawab melebihi nilai matinya.
beberapa minggu menunggu pengumuman, saya pun mulai mengurus pendaftaran jalur mandiri di UNM dan UIN alauddin.
nahh pas hari pengumuman ujian tulis stan, saya menemukan nama saya di antara ratusan orang dari Makassar yang lulus untuk ikut tes berikutnya. waktu itu saya gemetar bukan main, sampai saya nangis pas ngasih tau ibu. maklum, baru kali itu saya ketemu sama kata lulus setelah berkali-kali ikut ujian sana-sini. keluarga pun jadi heboh, begitu juga dengan teman-teman pada ngucapin selamat buat saya, pada ngasih semangat untuk tes selanjutnya, pada ngedoain semoga saya lulus dan bisa 100% menjadi mahasiswi stan. bahkan dari orang-orang yang dulunya tidak pernah mention saya, atau menyapa saya, waktu itu jadi pada baik, manis, dan menyemangati saya untuk lulus tes keduanya.
rasanya senang sekali. beneran! pada saat itulah saya mulai belajar mencintai stan.
dan sekarang, setelah berjuang, latihan lari setiap hari bahkan pernah ditertawai tetangga karena saya yang notabene sudah kurus dan kecil ini masih juga jogging. waktu itu saya berusaha bersikap tuli terhadap perkataan kasar mereka, dan bersikap buta terhadap tatapan-tatapan aneh mereka. dalam hati saya terus nenangin diri "ah mereka cuma belum tau saja kalau saya sedang latihan untuk tes kedua stan, kampus impian jutaan pemuda itu".
dan setelah berusaha, berdoa setiap hari, meminta yang terbaik dari-Nya.. ternyata inilah jawabannya. STAN bukanlah yang terbaik. atau mungkin STAN 2013 bukanlah yang terbaik. mungkin Tuhan ingin aku menjadi stanners 2014? entahlah..


dan sekarang, saya harus berusaha untuk melupakan STAN.
mengingat banyak yang senasib dengan saya, ya nggak papalah.. gagal masih lebih baik daripada tidak mencoba, kan? haha ngibur diri -,-
haaaah jadi lega sudah ngeluarin semuanyaaa :D
jaaa!

Comments

  1. Kak untuk kesehatannya kriterianya apa saja?

    ReplyDelete
    Replies
    1. seingat saya nggak begitu ribet. cuma periksa tensi darah, tinggi, berat badan, mata, telinga, gigi (ada yang lubang atau caries), detak jantung, dan refleks. dan buat cowok, di tambah periksa ambeien, jadi mereka di giring ke ruangan khusus gitu.
      gitu aja sih. smoga bisa membantu :)

      Delete
  2. Kak untuk kesehatannya kriterianya apa saja?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

arah rotasi patah hati

Photo by Frames For Your Heart on Unsplash semua bermula saat pelukan kak fa terasa begitu personal. padahal ini cuma salam perpisahan biasa; paling cuma salaman, cipika-cipiki, ucapan "fii amanillah", saling mendoakan keselamatan, udah. tapi semalem, emang beda. selain cipika-cipiki, kak fa peluk aku erat, elus-elus pundakku. hanya saja perhatianku sedang teralih membahas soal umur dengan ummu mary dan musf. habis itu aku ke mobil, kak fa bilang lagi, "fii amanillah, tini", kubalas, "iya kak". aku singgahlah beli gorengan karena udah keroncongan sejak habis salat isya tadi. setelah 3 gorengan kulahap, aku iseng buka hp. liat-liat story orang, rata-rata soal berita duka istri ustadz yang baru saja meninggal. trus tiba di statusnya kak fa. biasa lah, poster-poster kajian. dan di story terakhir, eh.. langsung nyess aku langsung lemess tiba-tiba kenyang. tiba-tiba gorengan dan sandwichku ga menarik lagi. tiba-tiba... kerongkonganku tercekat. si fulan akhirnya...

sebuah self reminder

Sepertinya, saya memang terlalu mudah menyesali sesuatu. Meski sudah berulang kali berusaha untuk berhenti mengatakan "seandainya ga milih ini..." atau "coba tadi nggak ikut, pasti bla bla bla..." dan semacamnya. Padahal, yang kayak gitu tuh bikin capek. Udah mah capek raga dari sononya, ditambah ngeluh dan nyesel kayak gitu jadi makin capek sampai ke batin. That's why, i'm writing this post to remind myself. Based on insight tadi malam, masyaAllah, aku mikir "kalau aku menghakimi keputusanku di masa lalu dengan menggunakan pengetahuan dan pengalamanku di masa sekarang, bukankah itu ga adil?" Karena aku yang sekarang sudah nambah pengetahuannya, sudah tahu akibatnya, sudah tahu lebih banyak daripada aku yang dulu, yang ngambil keputusan itu. Kalau waktu diputar dan aku kembali ke diriku yang dulu, dengan pengetahuan dan pengalaman yang sama, bukankah aku akan kembali mengambil keputusan yang sama? Jadi, ngapain nyesel? Bukankah aku sudah mengambil ...

standar kebahagiaan

kalau lagi nyetir selalu aja muncul random thought yang alhamdulillah belakangan ini selalu yang baik-baik sih. misal, tadi pas di jalan ke kemenag.  aku keinget betapa dulu aku begitu terganggu dengan masa depanku di bidang pendidikan dan karir. di usia segini, aku baru D3 dan susah banget buat bisa S1. sedangkan teman-teman seusiaku malah sudah ada yang S2. lah aku, S1 aja belum. umur udah hampir kepala 3 tapi hilal untuk bisa kuliah S1 belum juga terlihat. ya, dulu aku rempong banget ngeluhin itu. menganggap itu sangat gawat dan aku harus segera mencari jalan keluarnya. lalu, ketika sana-sini udah mentok, aku jadi stress sendiri. ngerasa diri nggak berguna, salah milih jalan, kembali menyesali keputusanku di masa lalu karena sudah memilih pekerjaan ini. itu, aku yang dulu. sekarang, aku seolah bisa melihat diriku yang dulu. rasanya geli sendiri. kenapa sih tin, gitu aja direpotin? diizinin buat mengganggu hari-harimu? sampai kamu bela-belain konsul ke psikolog soal itu, iya kan?...