Skip to main content

Receh Untuk Buku Challenge 2014

Pagi ini aku iseng-iseng tengok Daftar Bacaanku di dasbor. eh tau-taunya ada postingan baru dari Blognya Erlita, salah satunya adalah tentang Receh Untuk Buku 2014. setelah baca, ternyata lumayan seru dan bermanfaat. jadilah aku ikutan juga hihiw.

Tantangan "Receh Untuk Buku" ini adalah tantangan yang dibuat oleh kak Maya melalui blognya Dear Readers. tantangannya sederhana aja, kita mengumpulkan uang receh dari Januari sampai Desember 2014, tanpa menghitungnya. nanti di akhir tahun baru kita hitung dan lihat berapa receh yang terkumpul. nah, hasilnya itu untuk membeli buku yang diinginkan. setelah itu kita buat "Postingan Rangkuman" di blog kita yang berisi laporan berapa receh yang terkumpul dan buku apa saja yang kita beli.
sederhana tapi menarik, kan?
berhubung aku emang suka nabung, aku putusin untuk ikut challenge ini :D
challenge ini ternyata udah berlangsung sejak tahun 2012 loh, duh sayangnya saya baru tahu sekarang .__.

kalau kalian juga mau ikutan, bisa liat syarat dan ketentuannya di blog kak Maya ya :)
selamat menabung!

Comments

  1. mantep teh artikelnya.
    ditunggu kunbalnya di
    http://newbie-belajar-ngeblog.blogspot.com

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

arah rotasi patah hati

Photo by Frames For Your Heart on Unsplash semua bermula saat pelukan kak fa terasa begitu personal. padahal ini cuma salam perpisahan biasa; paling cuma salaman, cipika-cipiki, ucapan "fii amanillah", saling mendoakan keselamatan, udah. tapi semalem, emang beda. selain cipika-cipiki, kak fa peluk aku erat, elus-elus pundakku. hanya saja perhatianku sedang teralih membahas soal umur dengan ummu mary dan musf. habis itu aku ke mobil, kak fa bilang lagi, "fii amanillah, tini", kubalas, "iya kak". aku singgahlah beli gorengan karena udah keroncongan sejak habis salat isya tadi. setelah 3 gorengan kulahap, aku iseng buka hp. liat-liat story orang, rata-rata soal berita duka istri ustadz yang baru saja meninggal. trus tiba di statusnya kak fa. biasa lah, poster-poster kajian. dan di story terakhir, eh.. langsung nyess aku langsung lemess tiba-tiba kenyang. tiba-tiba gorengan dan sandwichku ga menarik lagi. tiba-tiba... kerongkonganku tercekat. si fulan akhirnya...

sebuah self reminder

Sepertinya, saya memang terlalu mudah menyesali sesuatu. Meski sudah berulang kali berusaha untuk berhenti mengatakan "seandainya ga milih ini..." atau "coba tadi nggak ikut, pasti bla bla bla..." dan semacamnya. Padahal, yang kayak gitu tuh bikin capek. Udah mah capek raga dari sononya, ditambah ngeluh dan nyesel kayak gitu jadi makin capek sampai ke batin. That's why, i'm writing this post to remind myself. Based on insight tadi malam, masyaAllah, aku mikir "kalau aku menghakimi keputusanku di masa lalu dengan menggunakan pengetahuan dan pengalamanku di masa sekarang, bukankah itu ga adil?" Karena aku yang sekarang sudah nambah pengetahuannya, sudah tahu akibatnya, sudah tahu lebih banyak daripada aku yang dulu, yang ngambil keputusan itu. Kalau waktu diputar dan aku kembali ke diriku yang dulu, dengan pengetahuan dan pengalaman yang sama, bukankah aku akan kembali mengambil keputusan yang sama? Jadi, ngapain nyesel? Bukankah aku sudah mengambil ...

oh newton, berjuta rasanya

my blog soul tiba-tiba nongol pas denger lagunya Kita Selamanya punya abang-abang Bondan & fade2Black. nih lagu liriknya asli keren bisa bikin gue ngayal, mata ini tiba-tiba basah hiks :") keinget sama Newton, Autis, dan segala macam hal tentang putih abu-abu gue :") ok… detak detik tirai mulai menutup panggung tanda skenario… eyo… baru harus diusung lembaran kertas barupun terbuka tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu masa jaya putih biru atau abu-abu (hey) memori crita cinta aku, dia dan kamu ya, perjalanan menuju hari UN memang jadi terasa seperti detak-detik yang selalu pengen gue slow-motion kan, biar gue bisa ngeliat semua tingkah dan ekspresi NEWTON secara detail, dan merekamnya dengan baik di memori ini. ada rasa bahagia karena langkah selanjutnya menuju universitas impian akan segera terwujud, tapi lebih banyak sedihnya karena harus berpisah dengan tawa me...