Skip to main content

Day #10: my best friend

don't have any.

or all i have are best friends.

coz i don't make friends if they are not that best for me.

meski kata temen-temen aku orangnya membaur banget, bisa masuk grup mana aja, dan selalu terlihat enjoy, kayak nggak ada masalah sama orang lain. tapi sebenarnya aku berteman dengan seseorang harus karena suatu alasan. aku bukan orang yang bisa asal basa-basi sana-sini dan kemudian jadi nyambung lalu tukeran nomer dan setelahnya jadi janjain ketemu di mana, gitu. bukan. aku baru bisa ngajak ngobrol orang kalau emang apa yang kukerjakan harus bersinggungan dengan orang itu. hal itu berlaku untuk orang baru. kalau sudah pernah interaksi sekali, aku kadang jadi bisa menyapa dia kalau ketemu di jalan, atau ngajak ngobrol duluan kalau lagi duduk bareng. kecuali kalau saat first impression aku udah ngerasa nggak nyambung, ya berarti game over. ngobrolnya kalau emang penting banget aja.

aku tidak punya satu sahabat tetap(?) yang tau semua hal tentangku dan aku juga tau semua hal tentangnya. tidak ada.

aku cerita tentang bts ke yusti, cerita tentang relationship lebih sering ke nuke, cerita tentang buku ke dije (yang diselingi transaksi netflix lmao) juga sesekali ke icha dan tania. teman-temanku berganti dan berganti sesuai di mana aku sekarang. mungkin itu artinya aku memang tidak bisa mempertahankan hubungan dengan orang yang jauh ya? HAHA

aku lebih bisa merasa dekat dengan seseorang kalau sering bertemu. kalau sudah jarang, aku jadi jarang ngobrol juga. soalnya males chat ataupun nelpon. tapi anehnya, aku juga seneng kalau dapet chat ataupun mention dari mereka :)

btw, aku baru tau pas nyari gambar buat dicetak di tumblernya temen, kalau ternyata bunga matahari adalah bunga persahabatan. so, ga ada salahnya naro sunflower yang estetik nan ceria itu di sini kan :))

Photo by Max Andrey on Unsplash


Comments

Popular posts from this blog

arah rotasi patah hati

Photo by Frames For Your Heart on Unsplash semua bermula saat pelukan kak fa terasa begitu personal. padahal ini cuma salam perpisahan biasa; paling cuma salaman, cipika-cipiki, ucapan "fii amanillah", saling mendoakan keselamatan, udah. tapi semalem, emang beda. selain cipika-cipiki, kak fa peluk aku erat, elus-elus pundakku. hanya saja perhatianku sedang teralih membahas soal umur dengan ummu mary dan musf. habis itu aku ke mobil, kak fa bilang lagi, "fii amanillah, tini", kubalas, "iya kak". aku singgahlah beli gorengan karena udah keroncongan sejak habis salat isya tadi. setelah 3 gorengan kulahap, aku iseng buka hp. liat-liat story orang, rata-rata soal berita duka istri ustadz yang baru saja meninggal. trus tiba di statusnya kak fa. biasa lah, poster-poster kajian. dan di story terakhir, eh.. langsung nyess aku langsung lemess tiba-tiba kenyang. tiba-tiba gorengan dan sandwichku ga menarik lagi. tiba-tiba... kerongkonganku tercekat. si fulan akhirnya...

sebuah self reminder

Sepertinya, saya memang terlalu mudah menyesali sesuatu. Meski sudah berulang kali berusaha untuk berhenti mengatakan "seandainya ga milih ini..." atau "coba tadi nggak ikut, pasti bla bla bla..." dan semacamnya. Padahal, yang kayak gitu tuh bikin capek. Udah mah capek raga dari sononya, ditambah ngeluh dan nyesel kayak gitu jadi makin capek sampai ke batin. That's why, i'm writing this post to remind myself. Based on insight tadi malam, masyaAllah, aku mikir "kalau aku menghakimi keputusanku di masa lalu dengan menggunakan pengetahuan dan pengalamanku di masa sekarang, bukankah itu ga adil?" Karena aku yang sekarang sudah nambah pengetahuannya, sudah tahu akibatnya, sudah tahu lebih banyak daripada aku yang dulu, yang ngambil keputusan itu. Kalau waktu diputar dan aku kembali ke diriku yang dulu, dengan pengetahuan dan pengalaman yang sama, bukankah aku akan kembali mengambil keputusan yang sama? Jadi, ngapain nyesel? Bukankah aku sudah mengambil ...

oh newton, berjuta rasanya

my blog soul tiba-tiba nongol pas denger lagunya Kita Selamanya punya abang-abang Bondan & fade2Black. nih lagu liriknya asli keren bisa bikin gue ngayal, mata ini tiba-tiba basah hiks :") keinget sama Newton, Autis, dan segala macam hal tentang putih abu-abu gue :") ok… detak detik tirai mulai menutup panggung tanda skenario… eyo… baru harus diusung lembaran kertas barupun terbuka tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu masa jaya putih biru atau abu-abu (hey) memori crita cinta aku, dia dan kamu ya, perjalanan menuju hari UN memang jadi terasa seperti detak-detik yang selalu pengen gue slow-motion kan, biar gue bisa ngeliat semua tingkah dan ekspresi NEWTON secara detail, dan merekamnya dengan baik di memori ini. ada rasa bahagia karena langkah selanjutnya menuju universitas impian akan segera terwujud, tapi lebih banyak sedihnya karena harus berpisah dengan tawa me...